Jawa Pos Radar Madiun – Kekalahan Timnas Indonesia 1-5 dari Australia di Kualifikasi Piala Dunia 2026 memicu reaksi keras di media sosial.
Nama Shin Tae-yong langsung jadi trending topic, dengan banyak netizen yang merindukan sosoknya di kursi kepelatihan Garuda.
Di bawah asuhan Shin Tae-yong, Timnas Indonesia mampu menahan imbang Australia 0-0 pada pertemuan pertama di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, 10 September 2024.
Namun, kondisi berbalik di tangan Patrick Kluivert, yang baru mengambil alih skuad Garuda setelah PSSI memutuskan tak memperpanjang kontrak STY pada Januari 2025.
Bantai 1-5, Timnas Indonesia Terpuruk di Klasemen
Timnas Indonesia turun ke peringkat lima klasemen Grup C setelah kekalahan telak ini.
Sebelum laga, Indonesia masih berada di posisi ketiga dan hanya terpaut satu poin dari Australia yang ada di posisi kedua.
Di pertandingan yang berlangsung di Sydney Football Stadium, Kamis (20/3/2025), Australia menggilas Indonesia dengan lima gol yang dicetak oleh: Martin Boyle (18’ P), Nichan Velupillay (20’), Jackson Irvine (34’ & 90’), dan Lewis Miller (61’).
Indonesia hanya mampu membalas melalui Ole Romeny (78’).
Padahal, Garuda punya peluang unggul lebih dulu lewat penalti di menit keenam setelah Rafael Struick dijatuhkan di kotak terlarang.
Sayangnya, Kevin Diks yang jadi eksekutor gagal menuntaskan peluang, dengan bola hanya membentur mistar gawang.
Netizen Merindukan Shin Tae-yong
Usai laga, netizen langsung membanjiri media sosial dengan komentar yang mempertanyakan keputusan PSSI mengganti Shin Tae-yong dengan Patrick Kluivert.
Banyak yang menilai, di bawah STY, Timnas Indonesia punya organisasi permainan yang lebih solid dan mampu menahan Australia di laga sebelumnya.
Netizen menyayangkan keputusan PSSI yang memecat Shin Tae-yong di awal Januari 2025, apalagi setelah melihat hasil buruk di laga ini.
Kluivert: Tim Bermain Seperti Singa
Pelatih Timnas Indonesia Patrick Kluivert tetap mengapresiasi kerja keras anak asuhnya meski kalah telak.
"Jika Anda mendapatkan gol melalui penalti (Kevin Diks), itu tentu saja akan menjadi pertandingan yang berbeda. Namun menurut saya sepanjang permainan kami bermain seperti singa-singa. Kami tidak pernah menundukkan kepala," ujar Kluivert, Kamis (20/3).
Baca Juga: Timnas Indonesia Dibantai Australia 1-5, Ini Skenario Terbaru Lolos ke Piala Dunia 2026
Eks pelatih Barcelona ini juga mengaku kecewa dengan hasil akhir, bukan hanya untuk timnya, tetapi juga bagi seluruh pendukung Timnas Indonesia.
"Namun sayangnya saya sangat kecewa bukan karena hasil. Bukan hanya untuk kami, bukan hanya untuk orang-orang, tetapi untuk semua orang yang mendukung Indonesia," lanjutnya.
Menurut Kluivert, Timnas Indonesia sebenarnya memulai pertandingan dengan baik.
Garuda menerapkan pressing tinggi di awal laga dan langsung mendapatkan penalti dari pelanggaran terhadap Rafael Struick.
Namun, kegagalan eksekusi penalti itu mengubah jalannya pertandingan, dan Australia akhirnya berhasil mencetak lima gol ke gawang Maarten Paes.
Dengan hasil ini, Timnas Indonesia harus segera bangkit untuk menjaga asa di Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.
Apakah Garuda bisa kembali ke jalur kemenangan di laga berikutnya? (ota)
Editor : Mizan Ahsani