JAKARTA, Jawa Pos Radar Madiun – Bek kiri timnas Indonesia, Calvin Verdonk, mengingatkan rekan-rekannya agar tidak mengulang kesalahan elementer saat menghadapi Bahrain di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Selasa (25/3).
Verdonk menilai blunder-blunder individual jadi penyebab utama kekalahan telak 1-5 dari Australia di laga sebelumnya.
"Saya pikir kami memulai dengan baik di Australia. Kami memiliki kontrol total dalam pertandingan. Karena kami membuat kesalahan sendiri, mereka menang," ujar Verdonk kepada awak media di sela latihan timnas di Stadion Madya GBK, seperti dikutip Antara, Sabtu (22/4).
Verdonk meminta tim Garuda untuk tetap menjaga sikap dan energi positif saat menghadapi Bahrain.
Ia percaya hasil lebih baik akan diraih jika para pemain bisa bermain lebih fokus.
"Kami harus menjaga tenaga dan attitude yang kami tunjukkan terhadap Australia. Mari berharap untuk hasil yang lebih baik terhadap Bahrain," lanjut pemain NEC Nijmegen tersebut.
Dalam laga melawan Australia, gol demi gol Socceroos sebagian besar berawal dari kesalahan pemain Indonesia.
Mulai dari pelanggaran ceroboh Nathan Tjoe-A-On di kotak penalti, sapuan Thom Haye yang malah menjadi assist untuk lawan, hingga lemahnya koordinasi dalam mengantisipasi bola mati.
"Menurut saya Bahrain tidak sekuat Australia dalam set-piece. Tapi kami tetap harus lebih baik dalam hal itu. Ini juga menyangkut attitude dalam duel bola mati. Kalau kita bisa menangkan duel, lawan tak akan mudah cetak gol," tegas Verdonk.
Pemain naturalisasi asal Belanda itu juga berbicara soal kesan pertamanya bersama pelatih anyar timnas, Patrick Kluivert.
Meski debut pelatih asal Belanda itu berakhir pahit, Verdonk tetap optimistis terhadap masa depan tim.
"Dia punya persona yang kuat di sepak bola, sebagai individu juga begitu. Kami baru main satu laga, tapi saya yakin masa depan cerah bersama Kluivert," tutupnya. (ota)
Editor : Mizan Ahsani