Jawa Pos Radar Madiun - Final Liga Voli Putri Korea musim 2024/2025 akan menyuguhkan duel penuh emosi dan drama.
Pink Spiders menghadapi Red Sparks dalam partai puncak yang terdiri dari 5 match.
Laga pamungkas ini dimulai Senin, 31 Maret 2025 atau hari ini, di Incheon Samsan World Gymnasium.
Semua mata tertuju pada satu sosok legendaris: Kim Yeon Koung. Pemain berjuluk Ratu Voli Korea sekaligus idola Megawati Hangestri.
Namun, seperti yang ditulis media Korea Sports Seoul, Red Sparks sama sekali tidak berniat menjadi figuran dalam cerita indah perpisahan sang megabintang.
Kim Yeon Koung: Sorotan Terang di Akhir Karier
Final ini menjadi momen terakhir Kim Yeon Koung di panggung profesional.
Sang ikon voli Korea mengakhiri karier panjangnya bersama Pink Spiders dan publik berharap ia menutupnya dengan gelar juara.
Pink Spiders punya bekal kuat. Mereka dominan di musim reguler, tampil bugar, dan tampil di kandang untuk dua laga pertama.
Tapi Red Sparks datang dengan semangat pemberontak.
Kapten Red Sparks: Kami Akan Jadi Villain!
Red Sparks, yang tampil impresif dengan menyingkirkan Hyundai Hillstate di playoff, datang ke final dengan tekad membara.
Setelah 13 tahun absen dari partai puncak, mereka tak ingin hanya jadi penonton dalam “last dance” Kim Yeon Koung.
“Kami ingin jadi penjahat dalam cerita ini,” kata setter andalan Yeom Hye Seon, kapten Red Sparks, mengutip Sports Seoul.
“Seperti dalam drama, tokoh jahat itu justru yang paling mengesankan. Kami ingin menjadi pengacau terakhir Kim Yeon Koung.”
Megawati: Jadi Villain Terdengar Bagus Juga
Megawati Hangestri, opposite asal Indonesia yang jadi andalan Red Sparks, menyambut peran itu.
“Jadi villain? Kedengarannya bagus. Saya mengidolakan Kim Yeon Koung, tapi saat di lapangan, dia lawan. Saya siap main untuk tim saya,” tegas Megawati kepada Sports Seoul.
Performa Megawati musim ini membuatnya jadi pilar utama Red Sparks, termasuk saat ia mencetak banyak poin penting di semifinal.
Di final nanti, perannya akan sangat krusial untuk menembus pertahanan Pink Spiders.
Kunci Kemenangan Red Sparks: Semangat dan Pengorbanan
Red Sparks datang ke final dalam kondisi fisik yang tidak ideal. Pemain seperti Vanja Bukilic, Park Eun Jin, dan Yeom Hye Seon tampil sambil menahan cedera.
Bahkan di laga semifinal, libero utama Noh Ran absen dan digantikan Park Hye Min, yang tampil luar biasa dengan 15 kali dig.
Namun semangat kolektif mereka menjadi kekuatan utama.
“Saya bukan tipe yang gampang menangis, tapi saya terharu melihat perjuangan pemain saya,” ujar pelatih Red Sparks Ko Hee Jin.
“Secara fisik, mereka tidak dalam kondisi normal, tapi mereka menunjukkan bahwa liga voli putri Korea masih punya nyawa.”
Jadwal Final Liga Voli Putri Korea 2025
Game 1 & 2: Incheon Samsan World Gymnasium (kandang Pink Spiders)
Game 3 & 4: Chungmu Gymnasium Daejeon (kandang Red Sparks)
Game 5 (jika diperlukan): Kembali ke Incheon
Meskipun sorotan utama ada pada Kim Yeon Koung, Red Sparks datang dengan misi besar: membuat akhir cerita yang berbeda.
Dipimpin Megawati Hangestri, Yeom Hye Seon, dan lainnya, mereka siap menghadapi tekanan, sorak-sorai fans lawan, dan cerita pensiun sang legenda.
Dan mungkin saja, justru di tangan "penjahat" inilah, sejarah baru Liga Voli Putri Korea akan tercipta. (naz)
Editor : Mizan Ahsani