Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Kontroversi Final Liga Voli Korea Red Sparks vs Pink Spiders, Ini Klarifikasi KOVO Tanggapi Protes Tim KYK

Mizan Ahsani • Jumat, 4 April 2025 | 00:46 WIB
Kim Yeon Koung dan Marcello Abbondanza melayangkan protes di leg 2 final Liga Voli Korea antara Pink Spiders vs Red Sparks.
Kim Yeon Koung dan Marcello Abbondanza melayangkan protes di leg 2 final Liga Voli Korea antara Pink Spiders vs Red Sparks.

Jawa Pos Radar Madiun - Laga panas antara Red Sparks dan Pink Spiders di leg 2 final Liga Voli Korea 2024/2025 tak hanya menyuguhkan drama lima set yang diwarnai kontroversi.

Insiden dugaan overnet yang melibatkan setter Lee Go Eun dari Pink Spiders menjadi sorotan. Baik oleh pendukung Red Sparks maupun Pink Spiders.

Situasi ini bahkan membuat Federasi Bola Voli Korea (KOVO) harus turun langsung memberi klarifikasi.

Digelar di Incheon Samsan Gymnasium, Selasa (2/4), pertandingan berakhir dengan kemenangan dramatis Pink Spiders atas Red Sparks dengan skor 3-2 (23-25, 18-25, 25-22, 25-12, 15-12).

Kemenangan ini membuat Pink Spiders yang diperkuat megabintang Kim Yeon Koung unggul 2-0 secara agregat dan tinggal selangkah lagi meraih gelar juara.

Namun, ketegangan memuncak saat momen krusial di set pertama. Red Sparks sedang unggul 24-23 ketika servis mereka diterima Kim Yeon Koung.

Setter Lee Go Eun kemudian melakukan toss ke arah Jeong Yoon Ju yang menyelesaikan bola ke area lawan.

Pelatih Red Sparks, Ko Hee Jin, langsung memprotes keras. Ia menilai Lee Go Eun melakukan overnet foul, yakni menyentuh bola melewati net sebelum bola berpindah sisi.

Permintaan video challenge pun diajukan, dan wasit memutuskan poin untuk Megawati Hangestri dkk.

Reaksi Keras Pink Spiders dan Klarifikasi KOVO

Keputusan itu langsung memicu protes dari kubu Pink Spiders. Bahkan Kim Yeon Koung dan pelatih Marcello Abondanza ikut menyuarakan ketidakpuasan.

Menurut mereka, justru middle blocker Red Sparks, Jung Ho Young, yang lebih dulu menyentuh tangan Lee Go Eun.

Meski dilakukan peninjauan ulang, wasit tetap pada keputusan awal—poin untuk Red Sparks.

Usai laga, protes terus berlanjut. Suporter Pink Spiders pun melontarkan ejekan dari tribun.

“Itu keputusan yang sulit saya terima. Bola dan tangan setter kami disentuh lebih dulu,” kata Abbondanza.

Untuk meredam polemik, Kepala Operasional Pertandingan KOVO, Kim Se Jin menunjukkan rekaman tangkapan layar.

“Terlihat tangan kanan Lee Go Eun sudah melampaui net terlebih dahulu. Itu pelanggaran overnet yang jelas. Kontak dari pemain Red Sparks terjadi setelahnya,” jelas ofisial KOVO.

Ko Hee Jin dan Semangat Red Sparks Bangkit di Leg 3

Terlepas dari kontroversi, pelatih Red Sparks, Ko Hee Jin, menyampaikan apresiasinya kepada para pemainnya yang bertarung habis-habisan meski dalam kondisi tidak ideal.

Noh Ran, libero utama Red Sparks, bermain dengan menahan sakit usai cedera punggung dan hanya bisa turun setelah mengonsumsi pereda nyeri.

“Pertandingan ini sulit dan menyakitkan, tapi semangat pemain kami luar biasa. Saya bersyukur pada mereka,” ujar bos Megawati itu.

Di sisi lain, meski mendapat banyak sorotan karena tampil apik di set kelima, Kim Yeon Koung tetap menaruh respek pada Red Sparks.

“Mereka bertahan luar biasa. Meski kami juga kelelahan dan punya cedera, kami berhasil keluar dari tekanan,” ujarnya.

Kim sendiri mencetak 22 poin dengan akurasi serangan 66,7 persen di laga ini.

Meski dihiasi keputusan kontroversial, leg kedua tetap memperlihatkan betapa ketat dan emosionalnya final Liga Voli Korea musim ini.

Pink Spiders tinggal selangkah dari gelar, tapi Red Sparks belum akan menyerah. Laga ketiga akan digelar di Daejeon, kandang Red Sparks. (naz)

Editor : Mizan Ahsani
#Pink Spiders #Kim Yeon Koung #megawati #Red Sparks #Liga Voli Korea #final #kontroversi