BANGKALAN, Jawa Pos Radar Madiun – Liga 1 Indonesia 2024/2025 kembali menyuguhkan tensi tinggi pasca libur Lebaran.
Salah satunya laga tunda antara Madura United vs Persija Jakarta yang digelar di Stadion Gelora Bangkalan, Minggu malam (6/4).
Duel ini tak hanya krusial di papan klasemen, tapi juga penting bagi Madura sebagai pemanasan jelang semifinal AFC Challenge League.
Bagi Madura United, kemenangan tipis 1-0 cukup untuk mengangkat moral tim jelang duel kontra Svay Rieng, wakil Kamboja.
Sedangkan bagi Persija, kekalahan ini memperpanjang derita di tengah absennya pemain-pemain kunci.
Penalti Skrbic dan Kartu Merah Ferarri Mengubah Arah Pertandingan
Pertandingan berlangsung hati-hati di awal. Kedua tim masih beradaptasi dengan intensitas laga usai jeda panjang Ramadan dan agenda FIFA Matchday.
Namun momentum berpihak kepada tuan rumah pada menit ke-38. Bek muda Persija, Muhammad Ferarri, menjatuhkan Koko Ari Araya di kotak penalti.
Setelah tinjauan VAR cukup panjang, wasit memberikan kartu merah langsung kepada Ferarri.
Eksekusi penalti dijalankan dengan tenang oleh Miljan Skrbic yang mengecoh kiper Persija, Carlos Eduardo, untuk membawa Madura unggul 1-0. Skor tersebut bertahan hingga turun minum.
Persija Tanpa Ridho, Almeida, dan Gajos
Kekalahan Persija tak lepas dari kondisi skuad yang pincang. Mereka kehilangan Rizky Ridho yang tengah menjalani ibadah umroh.
Dua pemain asing, Gustavo Almeida dan Maciej Gajos, juga absen akibat kartu merah di laga sebelumnya.
Manajer Persija, Bambang Pamungkas, menjelaskan bahwa Ridho telah menjadwalkan umroh sejak lama. Namun perubahan jadwal liga membuat sang bek tak bisa tampil di laga penting ini.
“Sejak awal Ridho memang sudah ada kesepakatan dengan manajemen untuk menjalankan umroh,” kata Bambang di laman resmi klub.
Babak Kedua: Macan Tumpul Tanpa Target Man
Di babak kedua, Persija mencoba menekan meski hanya bermain dengan 10 orang. Beberapa peluang tercipta, namun tanpa Gustavo Almeida, mereka kehilangan sosok penyelesai akhir. Serangan selalu mentok karena terburu-buru dan minim koordinasi.
Di sisi lain, Madura United tampil disiplin. Mereka tak terburu-buru mencari gol tambahan, namun fokus menjaga penguasaan bola dan menyerang melalui sisi lapangan. Taktik pelatih Madura United terbukti efektif mengunci kemenangan.
Posisi Madura Naik, Persija Dalam Tekanan
Kemenangan ini membawa Madura United naik ke posisi 14 klasemen sementara dengan 27 poin, unggul satu angka dari Persis Solo di peringkat 15.
Mereka untuk sementara menjauh dari zona degradasi dan bisa fokus menyiapkan diri ke level Asia.
Sebaliknya, Persija kini semakin tertekan dalam perburuan tiga besar. Mereka tertahan di posisi keempat dengan 43 poin, tapi jumlah poin itu sama dengan milik Malut United di posisi kelima.
Ancaman dari Arema FC dan Borneo FC juga makin nyata. Situasi ini menyoroti pentingnya sinkronisasi jadwal antara operator liga dan manajemen klub.
Absennya Ridho dalam laga ini menjadi simbol lemahnya koordinasi, yang pada akhirnya berujung pada kerugian teknis di lapangan. (ota)
Klasemen Sementara Liga 1 Indonesia 2024/2025 (per 6 April 2025)
1. Persib Bandung – 57 poin
2. Dewa United – 49 poin
3. Persebaya Surabaya – 48 poin
4. Persija Jakarta – 43 poin
5. Malut United – 43 poin
6. Arema FC – 42 poin
7. Borneo FC – 42 poin
8. PSMS Makassar – 40 poin
9. Bali United – 40 poin
10. PSBS Biak – 37 poin
11. Persita – 36 poin
12. Persik Kediri – 35 poin
13. Barito Putera – 29 poin
14. Madura United – 27 poin
15. Persis Solo – 26 poin
16. PSIS Semarang – 24 poin
17. PSS Sleman – 22 poin
18. Semen Padang – 22 poin