Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Fakta Tentang Megawati Hangestri, Monster Spike Red Sparks yang OTW Jadi Ikon Voli Asia

Ockta Prana Lagawira • Rabu, 9 April 2025 | 02:51 WIB
Megawati Hangestri saat masih membela Red Sparks.
Megawati Hangestri saat masih membela Red Sparks.

Jawa Pos Radar Madiun – Nama Megawati Hangestri Pertiwi semakin bersinar di dunia voli internasional.

Usai sukses mengantar Jakarta BIN juara Proliga 2024, Megawati langsung kembali ke Korea Selatan dan kini bersinar di partai final Liga Voli Korea (V-League) bersama Red Sparks.

Megawati kuat dirumorkan memperpanjang kontraknya untuk musim 2024/2025.

Langkah ini bukan tanpa risiko. Bermain di Liga Voli Korea yang terkenal dengan tekanan tinggi dan intensitas luar biasa, Megawati tetap menunjukkan ketangguhan.

Sebagai pemain asing yang konsisten, ia kini menjadi pilar penting Red Sparks.

Tak cuma andalan pelatih, Megawati juga dielu-elukan fans Korea.

Julukan "Monster Spike" pun melekat padanya, karena serangan tajam dan akurasi luar biasa yang ia miliki.

MVP Putaran Pertama dan Jejak Emas di V-League

Salah satu pencapaian paling mencolok Megawati adalah menjadi atlet voli putri Indonesia pertama yang meraih gelar MVP di V-League Korea Selatan, tepatnya pada putaran pertama musim 2023/2024.

Capaian ini istimewa karena diraih saat debut. Ia tak sekadar bertahan, tapi langsung dominan.

Megawati menorehkan sejarah sebagai pelopor pevoli putri Indonesia yang menembus pasar internasional.

Pemain Serba Bisa dan Simbol Perjuangan
Megawati juga dikenal sebagai pemain komplet. Ia punya postur ideal, dengan tinggi badan 183 cm—sempat viral karena disebut 185 cm.

Ketepatan spike, servis, dan kemampuannya membaca permainan membuatnya jadi opposite spiker paling ditakuti di liga Asia.

Sosoknya juga inspiratif. Sejak dipanggil Timnas Indonesia 2017, Megawati selalu jadi pilihan utama dalam kejuaraan internasional.

Ia membuktikan bahwa atlet perempuan Indonesia bisa bersaing di level tertinggi.

Sosok Sederhana yang Kerap Disalahpahami

Popularitas Megawati memang makin melesat. Sayangnya, beberapa isu sempat membuatnya jadi sorotan.

Salah satunya adalah kabar tidak benar bahwa ia telah membangun masjid di kampung halamannya.

Kakaknya, Bagus Kurniawan, langsung meluruskan bahwa Mega memang sering bersedekah, namun belum membangun masjid.

Isu ini menunjukkan bagaimana figur publik mudah disalahartikan. Namun Megawati menanggapinya dengan tenang dan lebih memilih fokus ke lapangan.

Bawa Nama Jember ke Dunia, Jadi Duta Budaya Indonesia

Meski namanya harum di Korea, Megawati tak lupa asalnya. Ia tetap membawa nama Jember, Indonesia, ke manapun pergi. Bahkan, fenomena menarik muncul di Korea.

Banyak anak-anak mulai tertarik belajar Bahasa Indonesia karena kagum dengan kepribadiannya.

Megawati secara tidak langsung menjadi duta budaya Indonesia di mata publik Korea Selatan. Ia membangun jembatan budaya lewat voli.

Potensi Legenda Asia Sejajar Kim Yeon Koung

Usia Megawati yang masih muda memberi peluang panjang untuk mencetak sejarah baru. Jika terus konsisten, bukan tidak mungkin ia on the way (OTW) mengikuti jejak legenda seperti Kim Yeon Koung.

Bahkan, publik Korea sudah menyandingkannya sebagai pemain paling mematikan saat ini di V-League.

Popularitasnya juga berdampak langsung pada peningkatan minat masyarakat Indonesia terhadap Liga Voli Korea.

Di balik semua prestasi, Megawati tetap sosok yang sederhana.

Ia menomorsatukan kerja sama tim dan menjauhi sorotan yang berlebihan. Sikap ini yang membuatnya makin dikagumi.

Megawati tak hanya atlet, tapi simbol perjuangan dan inspirasi nasional.

Perjalanannya belum selesai, dan dunia voli akan terus menyaksikan kiprah luar biasa sang "Megatron". (ota)

Editor : Mizan Ahsani
#megawati #Red Sparks #Liga Voli Korea #final #V-League