Jawa Pos Radar Madiun - PSIS Semarang kembali gagal meraih kemenangan di lanjutan BRI Liga 1 2024/2025 pekan ke-29.
Bertandang ke markas Semen Padang, Laskar Mahesa Jenar harus menyerah dengan skor 2-3 dalam laga yang berlangsung Kamis sore (17/4) di Stadion GOR Haji Agus Salim, Kota Padang.
Kekalahan ini membuat PSIS semakin terbenam di papan bawah klasemen.
Sengan hanya 25 poin, tim asuhan Gilbert Agius saat ini menempati peringkat ke-16, batas akhir zona degradasi, dan dibayangi oleh Persikabo serta Persita di bawahnya.
PSIS sebenarnya tampil cukup baik di babak kedua.
Septian David Maulana membuka keunggulan tim tamu pada menit ke-62 setelah menyambar umpan matang dari Abdallah Sudi.
Namun keunggulan itu tak bertahan lama. Lima menit berselang, pemain muda Semen Padang Firman Juliansyah menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
Kebobolan cepat membuat konsentrasi PSIS buyar.
Menit ke-71, Muhammad Ridwan membawa tuan rumah berbalik unggul 2-1 lewat sepakan kerasnya yang gagal diantisipasi kiper Syahrul Trisna.
Di waktu tambahan, Abdallah Sudi sempat membangkitkan asa lewat golnya di menit 90+6, menyamakan skor menjadi 2-2.
Namun, dua menit berselang, Tin Martic mencetak gol kemenangan Semen Padang lewat situasi bola mati.
Skor akhir 3-2 memastikan tiga poin untuk Kabau Sirah, sementara PSIS harus pulang dengan tangan hampa.
Baca Juga: Virgil van Dijk Resmi Perpanjang Kontrak hingga 2027, Tolak PSG demi Liverpool!
PSIS Terancam Degradasi, Jadwal Makin Berat
Hasil buruk ini memperpanjang catatan negatif PSIS yang gagal menang dalam lima laga terakhir. Bahkan, mereka hanya meraih 2 poin dari 15 yang tersedia.
Situasi makin sulit mengingat lima laga sisa PSIS akan menghadapi tim-tim berat seperti Borneo FC, Bali United, Malut United, dan PS Barito Putera.
Juga masih ada satu laga hidup-mati melawan sesama tim papan bawah PSS Sleman
Dengan hanya berjarak 1 poin dari Persis Solo (26 poin), nasib PSIS juga tergantung pada hasil laga Persis vs PS Barito pada 19 April nanti.
Jika Persis menang, posisi PSIS akan makin terpuruk.
Jika performa ini terus berlanjut, PSIS Semarang terancam mengulang sejarah kelam terdegradasi ke Liga 2, seperti yang terjadi terakhir kali pada tahun 1999.
Saat itu, Mahesa Jenar juga harus turun kasta ke Divisi 1, sekarang dikenal sebagai Liga 2 Indonesia. (tif/naz)
Editor : Mizan Ahsani