Jawa Pos Radar Madiun - Gresik Petrokimia melewati laga pertama final four Proliga 2025 dengan kekalahan atas Jakarta Popsivo Polwan 18 April.
Gresik Petrokimia yang turun tanpa Megawati Hangestri kalah 1-3 dari Popsivo Polwan pada pertandingan seri Kediri tersebut.
Pasca pertandingan, opposite sekaligus kapten Gresik Petrokimia Medi Yoku menjadi sasaran kritik fans karena tampil mengecewakan.
Tak hanya minim poin, di laga itu Medi juga mencatat banyak error. "Medi buruk sekali mainnya," tulis salah satu akun di unggahan Instagram Gresik Petrokimia.
"Kenapa Medi tidak diganti sama sekali. Padahal sudah jelas lagi underperform dan bikin mental down," imbuh akun lainnya.
Sejumlah fans Petro pun ngebet Megawati bisa dimainkan di laga berikutnya untuk membuka peluang lolos ke grand final.
"Petro harus segera menurunkan Megatron kalau dirasa secara medis sudah tidak ada masalah," tulis akun lainnnya.
Namun, pihak klub mengisyaratkan baru bisa memainkan Mega pekan depan di seri Semarang.
"Megawati akan bermain di minggu depan (final four Proliga 2025 seri Semarang)," kata pelatih Jiang Jie.
Pun, dia menampik kekalahan timnya dari Popsivo Polwan karena tak ada Mega. "Lebih ke nervous. Ini karena laga pertama di final four," ujarnya.
Ya, di laga kemarin selain lini serang kurang produktif, Petrokimia juga melakukan banyak error.
Setter juga dinilai bermain buruk hingga umpan-umpannya tak bisa dieksekusi barisan hitter dengan baik.
Gresik Petrokimia dijadwalkan melakoni laga kedua final four hari ini melawan Pertamina Enduro yang performanya sedang menanjak.
(isd)