LAMONGAN, Jawa Pos Radar Madiun – Kejutan datang dari Aji Santoso. Pelatih kawakan berusia 55 tahun itu resmi kembali menukangi Persela Lamongan untuk musim 2024/2025.
Ini adalah periode kedua Aji melatih klub berjuluk Laskar Joko Tingkir, setelah sebelumnya pernah membesut tim pada tahun 2017 silam.
Yang menarik, sebelum menerima pinangan Persela, Aji mengaku sempat didekati beberapa klub Liga 2 hingga Liga 1.
“Beberapa klub yang meminta saya untuk bergabung. Ada beberapa tim dari Liga 2, termasuk ada pula tim Liga 1,” ungkap Aji kepada Jawa Pos.
Namun, Aji justru menolak semua tawaran tersebut.
“Setelah saya pertimbangkan, saya akhirnya mantap memilih Persela,” sambung pelatih kelahiran Malang itu.
Kenapa Kembali ke Persela? Ini Jawaban Aji
Aji menjelaskan, ada beberapa alasan kuat yang membuatnya memutuskan kembali ke Lamongan. Yang pertama, adalah soal keseriusan manajemen.
“Manajemen Persela sangat serius selama negosiasi. Apalagi mereka juga benar-benar ingin membawa tim naik ke Liga 1. Itu salah satu faktor yang paling penting,” beber suami dari Rini Sofia itu.
Yang kedua, adalah kebebasan penuh dalam membangun tim, sebuah hak yang tidak selalu diberikan semua klub.
“Saya diberi wewenang penuh untuk memilih pemain dan membangun tim musim ini. Itu sangat penting bagi seorang pelatih,” ujar mantan pelatih Persebaya Surabaya tersebut.
Dekat dengan Rumah dan Dukungan Suporter Fanatik
Faktor lokasi yang dekat dari rumah juga menjadi alasan personal bagi Aji.
“Salah satu alasan utama saya memilih Persela ya karena dekat dengan rumah. Jarak dari Lamongan ke Malang kan dekat,” ungkap pelatih yang lahir pada 6 April 1970 itu.
Selain itu, Aji menyebut bahwa suporter fanatik Persela juga menjadi daya tarik tersendiri. Hal itu membuatnya yakin bisa membangun tim yang kompetitif di Liga 2 musim ini.
Misi Besar: Bawa Persela Promosi ke Liga 1
Aji Santoso datang bukan sekadar mengisi bangku pelatih. Dia membawa misi besar: mengantar Persela kembali ke kasta tertinggi Liga 1.
Dengan pengalaman dan rekam jejaknya melatih tim-tim besar, publik Lamongan kini menaruh harapan besar di pundaknya. (ota)
Editor : Ockta Prana Lagawira