Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Gempa Guncang Istanbul, 236 Orang Terluka Akibat Panik dan Terjatuh

Ockta Prana Lagawira • Kamis, 24 April 2025 | 17:11 WIB
Ilustrasi gempa.
Ilustrasi gempa.

ISTANBUL, Jawa Pos Radar Madiun – Sebuah gempa bumi berkekuatan 6,2 magnitudo mengguncang Istanbul pada Rabu (23/4), memicu kepanikan massal di kota terbesar Turki tersebut.

Meski tidak ada laporan korban jiwa akibat reruntuhan bangunan, sebanyak 236 orang mengalami luka-luka, sebagian besar karena jatuh dari ketinggian saat panik, demikian disampaikan Menteri Kesehatan Turki Kemal Memisoglu.

“Kami hanya berbicara mengenai mereka yang panik setelah guncangan, lalu terjatuh dari ketinggian atau mengalami serangan panik. Kondisi mereka normal,” ujar Memisoglu dalam sebuah pengarahan resmi.

Aktivitas Sekolah dan Perkuliahan Diliburkan

Dampak dari gempa tersebut juga berimbas pada dunia pendidikan. Menteri Pendidikan Nasional Yusuf Tekin mengumumkan bahwa seluruh kegiatan belajar mengajar di Turki diliburkan selama dua hari, yakni Kamis dan Jumat (24–25 April 2025).

“Kami memutuskan untuk membebaskan anak-anak dari kelas. Sekolah tetap dibuka untuk keperluan darurat atau tempat aman bagi warga,” kata Tekin lewat platform X (dulu Twitter).

Presiden Dewan Pendidikan Tinggi Turki, Erol Ozvar, juga mengonfirmasi bahwa universitas-universitas di Istanbul menangguhkan aktivitas perkuliahan untuk dua hari ke depan.

Acara Publik dan Hiburan Dibatalkan

Sejumlah konser dan acara hiburan di Istanbul juga dibatalkan atau ditunda, menurut laporan RIA Novosti. Hal ini dilakukan untuk menghindari kerumunan dan memastikan keselamatan publik pasca gempa utama dan sejumlah gempa susulan.

Badan manajemen bencana Turki melaporkan bahwa gempa utama diikuti oleh beberapa aftershock, meskipun hingga kini belum ada kerusakan struktural besar yang dilaporkan.

Menteri Kesehatan memastikan bahwa seluruh korban luka mendapat penanganan medis dan tidak ada kondisi kritis. Pemerintah juga telah mengaktifkan sistem koordinasi darurat untuk terus memantau situasi pasca-gempa. (ota)

Editor : Ockta Prana Lagawira
#sekolah diliburkan #Gempa Istanbul #korban luka-luka