Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Inter Kehabisan Bensin! Tumbang 0-1 dari Roma, Napoli Kudeta Puncak Klasemen Seri A

Ockta Prana Lagawira • Senin, 28 April 2025 | 16:12 WIB
Performa Dimarco turun dan menuai kritikan.
Performa Dimarco turun dan menuai kritikan.

Jawa Pos Radar Madiun - Inter Milan kembali menelan kekalahan ketiga beruntun di semua kompetisi setelah dipermalukan AS Roma 0-1 di San Siro, Minggu (27/4/2025).

Kekalahan ini membuat posisi Inter di puncak klasemen Serie A semakin rapuh, memberikan Napoli peluang besar untuk mengambil alih dengan empat pertandingan tersisa.

Gol semata wayang Matias Soulé di babak pertama cukup untuk membawa Roma mengamankan tiga poin penting.

Inter tampil loyo dan hampir tidak mampu mengancam gawang Mile Svilar dari permainan terbuka sepanjang 65 menit pertandingan.

Pelatih Simone Inzaghi kembali menjadi sorotan. Menurut Sky Sport, Paolo Di Canio menilai:

"Jika ini adalah Inter versi sesungguhnya, dengan dua pertandingan mendatang melawan Barcelona, mereka akan kesulitan mendapatkan hasil melawan siapa pun."

Di Canio menambahkan bahwa persoalan Inter bukan sekadar kelelahan fisik, melainkan hilangnya motivasi dan semangat juang:

"Motivasi membuat perbedaan. Ada pelatih yang tahu cara menanamkannya, dan pelatih seperti Inzaghi yang sangat bagus dalam aspek lain, seperti gaya bermain."

Rating Pemain

Inter Milan:
• Sommer (6), Pavard (tidak dinilai, digantikan Bisseck 6), Acerbi (6.5), Carlos Augusto (5.5), Darmian (5), Frattesi (5), Calhanoglu (5.5), Barella (5.5), Dimarco (5), Lautaro Martinez (5), Arnautovic (5.5).

• Cadangan: Dumfries (6), Zielinski (5.5), Correa (5.5), Zalewski (6).

Pemain Terbaik Inter:
Francesco Acerbi (6.5) — tampil tenang di saat rekan-rekannya terpuruk.

Pemain Terburuk Inter:
Federico Dimarco & Matteo Darmian (5) — bek sayap Inter kini bukan lagi kekuatan, melainkan titik lemah yang terus dieksploitasi lawan.

Pelatih:
Simone Inzaghi (5) — kehilangan kendali atas motivasi dan semangat tim di saat krusial.

AS Roma:
• Svilar (6), Celik (6.5), Mancini (6), N'Dicka (7), Angelino (7), Pellegrini (6), Cristante (6), Koné (6.5), Soulé (7.5), Shomurodov (6), Dovbyk (tidak dinilai).

• Cadangan: Baldanzi (6), Gourna-Douath (6), Pisilli (6), El Shaarawy (tidak dinilai), Rensch (tidak dinilai).

Pemain Terbaik Roma:
Matias Soulé (7.5) — kontribusi besar, tampil tak terhentikan, dan mencetak gol kemenangan.

Pelatih:
Claudio Ranieri (7) — sukses membaca kelemahan Inter dan memaksimalkannya dengan strategi matang.

Krisis di Sayap dan Mentalitas Inter

Penurunan performa Federico Dimarco menjadi perhatian serius.
Di era sebelumnya, bek sayap menjadi kekuatan utama Inter, kini mereka justru menjadi titik rapuh.

Banyak gol yang diterima Inter belakangan ini berawal dari sisi Dimarco, memperparah kerapuhan pertahanan.

Mengingat Inter akan menghadapi Barcelona di semifinal Liga Champions, kondisi Dimarco — dan mental tim secara keseluruhan — menjadi kekhawatiran besar.

"Melawan Bayern, semua orang siap menerima tembakan ke wajah mereka untuk menghindari kebobolan. Ini tidak hanya tentang fisik, tetapi juga tentang mentalitas," tegas Di Canio.

Dengan kekalahan ini, Inter membahayakan peluang mereka mempertahankan Scudetto.

Mereka kini hanya mengandalkan keajaiban untuk bangkit, di saat Napoli tengah berlari kencang menuju gelar.
Kekalahan ini memperjelas bahwa masalah di Inter lebih dalam dari sekadar kelelahan.

Tim tampak kehilangan karakter dan ketangguhan yang biasanya menjadi ciri khas Nerazzurri saat menghadapi tekanan. (ota)

Editor : Ockta Prana Lagawira
#klasemen liga italia #as roma #inter milan #scudetto #Liga Seri A Italia #napoli