Jawa Pos Radar Madiun — Di tengah sorakan yang bergemuruh dan tekanan atmosfer playoff yang menyesakkan, Golden State Warriors kembali menunjukkan identitas mereka sebagai tim bermental juara.
Dalam laga penuh emosi dan adu gengsi melawan Houston Rockets pada Game 4 NBA Playoff, Senin (28/4) malam waktu setempat, Warriors mengukir kemenangan dramatis 109-106.
Mereka kini memegang keunggulan 3-1 dalam seri best-of-seven dan hanya tinggal selangkah lagi untuk melangkah ke semifinal Wilayah Barat.
Sosok yang menjadi pahlawan di malam penuh ketegangan itu bukanlah nama yang asing dalam dunia postseason.
Jimmy Butler, yang baru saja pulih dari cedera panggul dan memar otot gluteus akibat benturan keras di Game 2, kembali ke lapangan dengan determinasi yang tak tergoyahkan.
Dalam 40 menit penampilan yang penuh determinasi dan pengorbanan, Butler mencetak 27 poin.
Tapi lebih dari sekadar jumlah, waktulah yang menjadikan kontribusinya begitu monumental.
Ia mengeksekusi tiga lemparan bebas beruntun saat pertandingan menyisakan 58,7 detik dan mengamankan rebound defensif krusial empat detik sebelum bubar, lalu menambahkan dua poin lagi dari garis amal untuk memastikan kemenangan.
Hasil akhir itu tidak datang dengan mudah. Di tengah riuhnya permainan fisik, Stephen Curry mengalami malam yang penuh dinamika.
Ia memang tidak seproduktif biasanya dalam mencetak angka, hanya membukukan 17 poin, tetapi kontribusinya terasa dalam cara ia mengatur tempo dan menarik perhatian pertahanan lawan.
Pada satu momen di kuarter kedua, Curry terlibat adu mulut dengan Dillon Brooks, yang dipicu oleh dorongan keras setelah screen dari Draymond Green.
Kedua pemain itu diberi pelanggaran teknikal, dan Green kemudian menambah ketegangan saat ia mendorong wajah Tari Eason ke lantai, insiden yang berujung pada flagrant 1.
Namun, semua ketegangan itu seakan mengkristal menjadi momentum kebangkitan Warriors di babak akhir.
Brandin Podziemski tampil luar biasa, mencetak 26 poin dalam performa ofensif yang matang untuk seorang rookie.
Sementara itu, Buddy Hield, yang dipromosikan ke jajaran starter malam itu, membayar kepercayaan pelatih Steve Kerr dengan tembakan tiga angka penentu saat waktu menunjukkan 3 menit 32 detik tersisa, serta menyumbangkan total 15 poin yang berharga.
Di sisi lain lapangan, Houston Rockets memberikan perlawanan yang nyaris membuat Warriors terjungkal.
Alperen Sengun menjadi ujung tombak dengan 31 poin dan 10 rebound, termasuk sebuah layup yang memperkecil margin menjadi satu poin di detik-detik kritis.
Fred VanVleet juga bermain impresif dengan 25 poin, termasuk sebuah tembakan tiga angka yang menyamakan skor di menit-menit terakhir.
Tapi ketika ia melepaskan tembakan di ujung pertandingan untuk mencetak keajaiban, tekanan dari pertahanan Warriors memaksanya gagal mengubah nasib timnya.
Kemenangan ini membuka jalan bagi Warriors untuk menutup seri lebih awal di Game 5 yang akan digelar di kandang Rockets.
Sebagai unggulan ketujuh, Warriors kini berada di atas angin melawan tim unggulan kedua.
Keberhasilan mereka merebut dua kemenangan di kandang lawan mengukuhkan status mereka bukan hanya sebagai underdog berbahaya, tetapi juga sebagai tim yang mampu menyalakan kembali percikan dinasti mereka yang sempat meredup.
Dan di balik semuanya, kembalinya Jimmy Butler—dengan tubuh belum sepenuhnya pulih namun jiwa bertarungnya menyala penuh—menjadi kisah utama yang akan dikenang dari malam itu.
Sebuah pengingat bahwa di playoff NBA, kepahlawanan tidak selalu tentang statistik, tetapi tentang siapa yang berani bangkit dan menolak untuk kalah, ketika segalanya dipertaruhkan. (chi)
Editor : Mizan Ahsani