Jawa Pos Radar Madiun - Persija Jakarta memutuskan untuk memecat Pelatih Carlos Pena dan menunjuk Ricky Nelson sebagai pelatih caretaker hingga akhir musim Liga 1 2024/2025.
Keputusan ini diambil setelah kekalahan 0-2 dari Semen Padang yang memaksa manajemen klub bertindak cepat untuk memperbaiki situasi tim.
Selain Carlos Pena, pelatih fisik Robert Carl Mortledge juga dipecat. Ia selama ini mendampingi pelatih asal Spanyol tersebut.
Direktur Persija Jakarta Mohamad Prapanca mengungkapkan melalui pernyataan resmi bahwa perubahan ini diperlukan untuk memberikan angin segar bagi tim.
“Persija butuh perubahan segera. Perpisahan dengan Carlos Pena menjadi interpretasi dari semangat perubahan itu,” Prapanca pada Kamis (1/5) sore, melalui media resmi klub.
“Kami menunjuk Coach Ricky Nelson sebagai pelatih caretaker hingga musim ini berakhir,” sambungnya.
Rekap Perjalanan Carlos Pena di Persija
Carlos Pena diangkat sebagai pelatih Persija pada 29 Juni 2024 dengan kontrak satu tahun dan target untuk finis di posisi empat besar.
Namun, perjalanan Pena tidak berjalan mulus.
Selama 30 pertandingan, Persija mencatatkan 13 kemenangan, 8 hasil imbang, dan 9 kekalahan, dengan total 47 poin di posisi kelima klasemen sementara Liga 1 2024/2025.
Meski sempat memperlihatkan kebangkitan dengan kemenangan atas Persik Kediri pada laga ke-29, kekalahan mengejutkan dari Semen Padang akhirnya memaksa manajemen bertindak.
Persija kini terpaut 3 poin dari Bali United yang berada di peringkat ke-5.
Ricky Nelson Ditetapkan Sebagai Pelatih Caretaker
Ricky Nelson, yang sebelumnya menjabat sebagai asisten pelatih Carlos Pena dan direktur akademi Persija, kini ditunjuk untuk memimpin sisa laga tim hingga akhir musim.
Pria berusia 44 tahun ini telah mendampingi Pena selama 30 pertandingan dan memberikan kontribusi positif dengan 13 kemenangan dan 8 hasil imbang.
“Sebagai pelatih caretaker, Ricky Nelson diharapkan bisa memberikan pengaruh positif dan membantu tim meraih hasil terbaik,” tambah Prapanca.
Ricky Nelson kini memiliki tugas berat untuk membawa kembali Persija ke jalur kemenangan, terutama dengan empat pertandingan tersisa.
Laga-laga yang akan datang sangat penting untuk memastikan Persija tetap memiliki peluang finis di posisi empat besar dan mengamankan tiket menuju kompetisi internasional.
Persija akan melawan Borneo FC pada 4 Mei, Bali United pada 10 Mei, PSS Sleman pada 17 Mei, dan menutup musim melawan Malut United pada 25 Mei.
Dengan empat pertandingan yang menentukan, Ricky Nelson harus memaksimalkan potensi tim dan mengembalikan kepercayaan diri para pemain. (naz)
Editor : Mizan Ahsani