Jawa Pos Radar Madiun – Timnas China dipastikan menghadapi laga berat saat dijamu Timnas Indonesia pada matchday kesembilan Grup C Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Duel panas ini akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, 5 Juni 2025.
Namun, kabar soal potensi bergabungnya bek Leeds United, Pascal Struijk, ke skuad Garuda membuat situasi makin menegangkan—khususnya bagi kubu China.
Media ternama China, 163.com, menyoroti isu naturalisasi Struijk dengan nada cemas.
Mereka menyebut kehadiran pemain berusia 25 tahun itu bisa jadi ancaman besar bagi kans lolos China ke fase berikutnya.
“Di saat genting seperti ini, kabar mengejutkan datang. Struijk telah menerima undangan naturalisasi. Jika proses selesai tepat waktu, dia bisa tampil lawan China dan Jepang bulan Juni ini,” tulis media tersebut.
Pascal Struijk, bek tengah bertinggi 1,91 meter, diketahui memiliki darah Indonesia dari sang ibu yang berdarah Surabaya. Kakeknya, Peter Weydemuller, berasal dari Jawa Timur.
Meski sempat menolak tawaran bermain untuk Indonesia demi mengejar peluang di timnas Belanda, kini Struijk mulai terbuka setelah peluangnya bersaing dengan nama-nama seperti Virgil van Dijk dan Matthijs de Ligt makin tipis.
Spekulasi makin menguat ketika Struijk terlihat duduk bersama pelatih anyar Timnas Indonesia, Patrick Kluivert, di tribun stadion saat Leeds United bertanding.
Momen ini memicu rumor bahwa proses naturalisasi Struijk telah memasuki fase akhir.
Catatan Struijk bersama Leeds pun impresif. Sejak debutnya tahun 2018, ia telah tampil dalam 148 pertandingan dan mencetak 12 gol.
Saat ini, Struijk masih dalam pemulihan cedera, namun klubnya sudah memastikan promosi ke Premier League musim depan.
Di klasemen sementara Grup C, Timnas Indonesia unggul atas Tiongkok dengan 9 poin, sedangkan China tercecer di dasar klasemen dengan 6 poin.
Laga pada 5 Juni nanti menjadi penentu hidup-mati bagi keduanya. Andai Struijk resmi bergabung dan bisa bermain, lini belakang Indonesia dipastikan lebih solid—menambah tekanan ke skuad asuhan Branko Ivankovic.
Media China menyebut kehadiran Struijk sebagai mimpi buruk. "Jika dia bergabung, sangat mungkin Tiongkok akan gagal lolos. Kami butuh keajaiban untuk mengalahkan Indonesia," tulis 163.com.
Meski peluang Struijk gabung Timnas Indonesia terbuka, proses administrasi dan legalitas tetap jadi tantangan.
Jika dokumen tidak rampung sebelum batas waktu pendaftaran, Indonesia harus menunggu laga berikutnya untuk menurunkannya.
Namun yang pasti, rumor kehadiran Struijk saja sudah membuat lawan resah. SUGBK akan jadi saksi pertarungan penuh gengsi, dan siapa tahu, mungkin Pascal Struijk bakal mencetak debut yang mengguncang Asia. (ota)
Editor : Ockta Prana Lagawira