Jawa Pos Radar Madiun - Jakarta Pertamina Enduro (JPE) kalah 0-3 dari Jakarta Popsivo Polwan (JPP) di match terakhir final four Proliga 2025.
Alhasil, Gresik Petrokimia yang diperkuat Megawati Hangestri gagal lolos ke grand final.
Pelatih Jakarta Pertamina Enduro Bulent Karslioglu mengakui anak asuhnya tampil kurang all out saat tumbang dari Popsivo Polwan pada laga terakhir final four.
"Ini adalah pertandingan yang sulit bagi kami karena kami sudah dipastikan lolos ke grand final. Tentu ini bisa menjadi aspek yang sangat berpengaruh terhadap konsentrasi pemain kami,” ujarnya.
Performa Pertamina Enduro memang jauh menurun di laga itu.
Selain faktor motivasi, Junaida Santi, serta Tisya Amallya Putri mengalami masalah kesehatan meski dipaksakan bertanding.
“Tisya dan Santi juga sakit. Sehari sebelumnya, Santi mengalami mual dan muntah. Situasi-situasi inilah yang membuat kami kesulitan," katanya.
“Sebenarnya kami sudah berjuang untuk bangkit, tapi pemain terlalu rileks karena sudah dipastikan lolos ke final,” imbuhnya.
Kemenangan atas Enduro membuat Popsivo finis di urutan teratas sekaligus juara final four putaran kedua.
Set pertama lawan Enduro kemarin Popsivo menang 25-19.
Yolla Yuliana cs makin menggila di set kedua dan menang dengan skor 25-17.
Popsivo Polwan memastikan kemenangan 3-0 setelah merebut set ketiga 26-24.
Hasil itu membuat Gresik Petrokimia gagal ke grand final karena hanya finis di urutan 3. (isd)
Editor : Wawan Isdarwanto