Baghdad, Jawa Pos Radar Madiun – Federasi Sepak Bola Irak (IFA) resmi menunjuk Graham Arnold sebagai pelatih baru Timnas Irak, menggantikan Jesus Casas yang mundur usai performa menurun di ajang Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Arnold akan langsung memimpin dua laga krusial Irak di putaran ketiga Grup B, yakni menghadapi Korea Selatan dan Yordania pada bulan Juni 2025.
Penunjukan ini diumumkan oleh Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) dalam laman resminya, Sabtu (11/5).
Graham Arnold, yang pernah menangani Australia di Piala Dunia 2022 dan dua edisi Piala Asia, diharapkan mampu mengangkat performa Singa Mesopotamia agar kembali tampil di Piala Dunia, setelah terakhir kali lolos pada edisi 1986.
Irak Berada di Posisi Kritis Grup B
Saat ini, Irak menempati posisi ketiga Grup B dengan koleksi 12 poin, terpaut 1 poin dari Yordania dan 4 poin dari Korea Selatan.
Dua laga sisa akan sangat menentukan nasib Irak dalam usaha lolos langsung ke fase berikutnya.
Jadwal Sisa Irak di Kualifikasi Grup B:
• vs Korea Selatan (Kandang)
• vs Yordania (Tandang)
Graham Arnold Kembali dari Masa Vakum
Arnold kembali ke dunia kepelatihan setelah 7 bulan menganggur usai berpisah dengan Timnas Australia, menyusul hasil buruk di awal putaran ketiga: kalah dari Bahrain dan imbang melawan Indonesia.
Meski demikian, pelatih berusia 61 tahun itu tetap dihormati atas jasanya membawa Australia lolos ke 16 besar Piala Dunia 2022, dan perempat final Piala Asia 2019 serta 2023.
Pelatih asal Spanyol, Jesus Casas, meninggalkan kursi pelatih setelah memimpin Irak dalam 33 laga dengan catatan 20 kemenangan, 4 hasil imbang, dan 9 kekalahan.
Namun, hasil negatif di empat laga terakhir, termasuk kekalahan mengejutkan dari Palestina (1-2), membuat kepercayaan federasi dan publik mulai menurun.
Tantangan besar menanti Arnold, yang hanya memiliki dua laga tersisa untuk membuktikan kapabilitasnya.
Jika mampu membawa Irak mengalahkan salah satu dari Korea Selatan atau Yordania, peluang lolos masih sangat terbuka, baik langsung atau melalui babak play-off. (ota)
Editor : Ockta Prana Lagawira