Turin, Jawa Pos Radar Madiun – Juventus resmi memperkenalkan jersey kandang terbaru musim 2025/2026, hasil kolaborasi dengan Adidas.
Seragam ini menandai langkah besar klub dalam menjaga identitas klasik mereka, sembari menyasar pasar global—terutama Amerika Serikat dan Asia.
Mengenakan garis-garis hitam putih adalah warisan tak tergantikan bagi Si Nyonya Tua.
Namun kini, desain ikonik tersebut tampil dengan sentuhan modern dan revolusioner.
Alasan di Balik Perubahan Desain Jersey Juventus
Dalam dunia pemasaran, sejarah bukan hanya identitas—ia adalah aset. Seperti kata pepatah, “Sejarah adalah pemasaran bagi mereka yang punya sejarah.”
Tak heran bila klub sekelas Real Madrid dengan seragam putihnya atau Liverpool dengan merah menyala tak pernah kehilangan warna khas mereka.
Begitu pula Juventus. Meskipun desain logo pernah dirombak oleh Andrea Agnelli untuk mendekatkan klub ke pasar internasional, nyatanya jersey dengan motif zebra klasik tetap menjadi favorit para penggemar.
Namun, kini fokus Juventus bergeser. Pasar Amerika dan Asia punya persepsi berbeda: garis vertikal hitam-putih yang simetris kerap diasosiasikan dengan seragam wasit.
Maka dari itu, perubahan desain menjadi langkah strategis untuk menyesuaikan selera pasar, tanpa meninggalkan akar sejarah.
Debut Lawan Udinese & Piala Dunia Antarklub
Jersey anyar ini akan debut dalam pertandingan kontra Udinese sebagai bagian dari pratinjau, lantaran peraturan FIFA hanya memperbolehkan penggunaan jersey resmi saat tampil di Piala Dunia Antarklub 2025 yang digelar di Amerika Serikat—pasar utama dari desain anyar ini.
Detail Desain Jersey Juventus 2025/26
Menurut pernyataan resmi Juventus dan Adidas:
"Seragam ini mewakili esensi Juventus, penghormatan pada sejarah gemilang sejak 1897 dan semangat muda yang terus berkembang."
Desain tahun ini masih mempertahankan warna hitam-putih, namun dengan gradasi ketebalan garis yang berbeda-beda, menjadikannya lebih dinamis.
Sentuhan warna merah muda muncul pada logo klub, tiga garis di bahu, dan logo Adidas—sebagai penghormatan pada akar sejarah dan mode Italia yang elegan.
Seragam ini juga menggunakan teknologi terbaru Adidas yang dikembangkan melalui kerja sama langsung dengan para pemain agar dapat menunjang performa maksimal di lapangan.
Respons Fans Terbelah
Meski Adidas dan Juventus mengklaim bahwa desain ini adalah bentuk penghormatan terhadap sejarah, respons para pendukung di media sosial dan polling Tuttosport tampak terbagi.
Beberapa penggemar mengapresiasi keberanian klub berinovasi, sementara lainnya merasa sentimen klasik zebra Juventus sedikit tergeser.
Namun satu hal pasti: kaus Juventus tetaplah simbol abadi. Tak peduli bagaimana bentuk garisnya, semangat “Zebrette” tetap melekat. (ota)
Editor : Ockta Prana Lagawira