Jawa Pos Radar Madiun - Final Piala FA 2025 akan menyajikan duel menarik antara Crystal Palace vs Manchester City di Stadion Wembley, Sabtu (17/5) pukul 22.30 WIB.
Laga ini bukan hanya soal perebutan trofi, tetapi juga menjadi momen emosional bagi Kevin De Bruyne (KDB) yang dikabarkan akan meninggalkan City di akhir musim.
Crystal Palace Optimistis Hadapi City
Pelatih Crystal Palace, Oliver Glasner, menegaskan bahwa timnya siap dan percaya diri menghadapi Manchester City.
Glasner menyebut performa positif dalam beberapa pekan terakhir menjadi bekal penting untuk tampil maksimal di Wembley.
“Kami tahu kualitas City, tetapi kami lebih fokus pada permainan kami sendiri. Kami bisa mencetak gol dan kami yakin bisa membuat kejutan,” ucap Glasner, dikutip dari laman resmi klub.
Glasner juga menyebut ancaman City datang dari banyak arah. Selain Erling Haaland, nama-nama seperti Doku, Grealish, hingga Savinho bisa menjadi pembeda.
Namun, menurut Glasner, fokus timnya tetap pada bagaimana mengeksekusi taktik secara disiplin.
De Bruyne dan Laga Perpisahan di Wembley
Di sisi lain, laga ini dipandang sebagai kesempatan terakhir Kevin De Bruyne untuk mengangkat trofi Piala FA bersama Manchester City.
Pelatih Pep Guardiola menyebut kemenangan ini akan menjadi “kado perpisahan” untuk gelandang asal Belgia itu.
"Dia sudah memberi kami banyak. Jika bisa mengakhiri musim ini dengan gelar, itu akan jadi penutup yang manis," ujar Guardiola. Namun, Guardiola belum memastikan apakah De Bruyne akan bermain sejak awal.
City Butuh Trofi untuk Selamatkan Musim
Meski City merupakan favorit, Guardiola mengakui bahwa Piala FA bukanlah prioritas utama mereka di awal musim.
Terpeleset di Liga Inggris dan tersingkir di Liga Champions membuat The Citizens menilai final ini sebagai ajang “penyelamat musim”.
“Begitu sampai di final, tentu kami ingin juara. Musim lalu kami kecewa kalah dari Manchester United. Sekarang kami ingin menebusnya,” tambah Guardiola.
Ancaman Serius dari Crystal Palace
Crystal Palace tak bisa diremehkan. Di bawah Glasner, mereka menunjukkan performa mengesankan, termasuk menyingkirkan Fulham dan Aston Villa.
lNama-nama seperti Jean-Philippe Mateta, Eberechi Eze, dan Ismaila Sarr menjadi tumpuan di lini depan, sementara Adam Wharton menjadi pilar di lini tengah.
“Ini tim yang sangat bagus. Mereka berkembang pesat di paruh kedua musim. Kami harus waspada dengan kualitas mereka,” kata Guardiola.
Prediksi dan Antisipasi Laga
City punya keunggulan pengalaman dan kualitas skuad, namun Palace datang tanpa beban.
Jika mampu mencetak gol lebih dulu, The Eagles bisa membuat final ini berlangsung lebih dramatis dari yang diperkirakan. (ota)
Editor : Ockta Prana Lagawira