Jawa Pos Radar Madiun - Petinju kelas berat asal Inggris, Dave Allen, berhasil menuntaskan dendam atas Johnny Fisher dengan kemenangan KO dramatis di Copper Box Arena, London, Sabtu (17/5/2025).
Pertarungan ini merupakan rematch tinju kelas berat setelah laga pertama pada Desember lalu berakhir dengan kemenangan tipis untuk Fisher yang menuai kontroversi.
Allen, yang dijuluki ‘Doncaster De la Hoya’, tampil sabar namun efektif. Di ronde kelima, ia berhasil menjatuhkan Fisher dengan kombinasi hook kiri dan uppercut kanan yang telak.
Petinju muda itu akhirnya menyerah di atas ring, memastikan kemenangan ke-24 dalam 33 pertarungan profesional Allen.
“Ini berarti segalanya bagi saya. Saya tahu saya punya kemampuan. Saya diremehkan, tapi saya bisa diandalkan,” kata Allen dengan penuh emosional usai laga.
Ronde Panas dan Penantian Allen yang Terbayar
Pertarungan dimulai dengan ketegangan tinggi, dengan kedua petinju sempat menahan diri di awal.
Fisher mencoba bermain agresif dan sempat mendaratkan uppercut menyengat di ronde ketiga, namun justru mendapatkan peringatan karena memukul setelah wasit menghentikan duel.
Allen terus menunggu momen. Di ronde kelima, ia meledak dengan serangan bertubi-tubi yang menjatuhkan Fisher ke kanvas.
Tak hanya menang telak, Allen juga mendapat sambutan luar biasa dari publik London, mempertegas julukannya sebagai ‘juara rakyat’.
Johnny Fisher Hadapi Sorotan Usai Kekalahan Telak
Johnny Fisher, yang sebelumnya dielu-elukan sebagai bintang muda tinju Inggris berkat basis penggemarnya di media sosial, harus menelan pil pahit.
Setelah 11 kemenangan beruntun, kekalahan dari Allen menjadi catatan penting dalam perjalanannya.
Lewat unggahan Instagram usai pertandingan, Fisher mengakui kekalahannya.
“Saya tidak cukup bagus malam ini. Tapi itu bagian dari tinju. Petinju terbaik adalah mereka yang bisa bangkit lagi,” tulis Fisher.
Allen Semakin Pede, Siap Naik Level?
Allen sebelumnya mengaku ingin bertarung selama 22 bulan lagi sebelum pensiun di usia 35. Namun kemenangan atas Fisher membuat banyak pihak meyakini ia masih bisa bersaing di level yang lebih tinggi.
Pelatihnya, Jamie Moore, memeluk erat Allen di akhir laga, menandai momen kebangkitan sang petinju.
Allen sendiri melontarkan guyonan khasnya:
“Sekarang saya bisa beli kamar mandi dalam,” canda Allen kepada media, tetap dengan gaya santainya. (ota)