Jawa Pos Radar Madiun - Tim PSS Sleman harus menerima kenyataan pahit terdegradasi dari Liga 1 Indonesia musim 2024/2025, meskipun sukses meraih kemenangan 3-0 atas Madura United pada laga pamungkas di Stadion Gelora Bangkalan, Sabtu (24/5/2025).
Tiga gol Super Elja dicetak oleh Betinho, Gustavo Tocantins, dan Marcelo Cirino. Namun, kemenangan tersebut tidak cukup untuk menyelamatkan mereka dari jurang degradasi.
Semen Padang Menang, PSS Gagal Bertahan
Nasib PSS Sleman ditentukan oleh hasil pertandingan lain. Semen Padang FC, pesaing terdekat dalam perebutan zona aman, menang 2-0 atas Arema FC di Stadion Kanjuruhan.
Gol Felipe Chaby dan Muhamad Ridwan memastikan Kabau Sirah meraih tiga poin dan mengakhiri musim dengan 46 poin di peringkat ke-13.
Sebaliknya, PSS hanya finis di peringkat ke-16 dengan 34 poin, dan harus rela terdegradasi dari kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
PSIM Yogyakarta Promosi ke Liga 1
Ironisnya, ketika PSS harus turun kasta, rival satu provinsi mereka, PSIM Yogyakarta, justru menorehkan sejarah dengan promosi ke Liga 1 untuk pertama kalinya dalam 18 tahun terakhir.
Kemenangan 2-1 atas PSPS Pekanbaru di laga terakhir Grup X babak 8 besar Liga 2 memastikan PSIM lolos sebagai juara grup dan berhak naik ke kasta tertinggi.
Derby DIY Resmi Absen Musim Depan
Kondisi ini membuat Derby DIY — laga klasik antara PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta — tidak akan terjadi di Liga 1 musim depan.
Sejak rivalitas mereka dimulai di musim 1999/2000, inilah momen paling ironis: PSIM naik, PSS turun.
PSS didirikan pada 20 Mei 1976, sementara PSIM merupakan klub tua pendiri PSSI berdiri pada 5 September 1929.
Namun, sejarah panjang keduanya akan terpisah sementara waktu di level kompetisi nasional. (ota)
Editor : Ockta Prana Lagawira