Jawa Pos Radar Madiun – Di laga penutup La Liga 2024/25, sorotan utama justru bukan pada perolehan poin atau klasemen akhir, tetapi pada sikap dan performa para pemain di lapangan.
Salah satunya datang dari Julian Alvarez, pemain Argentina yang tampil luar biasa meski laga dianggap "tidak terlalu berarti".
Ia dengan rendah hati mengorbankan peluang mencetak gol demi membantu Alexander Sorloth mencetak hattrick dan membawa Atletico Madrid menang 4-0 atas Girona di Montilivi.
Julian, Pondasi Masa Depan Atletico
Di tengah panasnya cuaca dan atmosfer laga yang terkesan "kosong tekanan", Julián menunjukkan level profesionalisme yang layak jadi contoh.
Saat Atletico sudah unggul, ia masih bermain dengan semangat penuh, termasuk momen ketika ia memilih mengoper ke Sorloth alih-alih mencetak gol sendiri.
Momen ini tak hanya menjadi hadiah bagi striker Norwegia itu, tapi juga menegaskan: pembangunan masa depan Atletico harus berporos pada Julián.
Girona Terjun Bebas, Hanya Satu Poin dari Degradasi
Sementara Atletico menutup musim dengan manis, Girona justru tampak hilang arah. Setelah kebobolan gol kedua, tim asuhan Michel seperti kehilangan semangat.
Skor akhir 0-4 di kandang sendiri menjadi penutup yang pahit. Dengan hasil ini, Girona menyelesaikan musim hanya satu poin di atas zona degradasi, meskipun secara matematis aman.
Rotasi dan Sinyal Perpisahan dari Simeone
Pelatih Atletico Diego Simeone memberikan sinyal perubahan besar di musim panas.
Bek senior seperti Witsel dan Azpilicueta diturunkan bersama-sama, kemungkinan sebagai lagu perpisahan.
Di sisi lain, Girona juga melakukan rotasi eksperimental dengan memberi menit bermain kepada Krapyvstov dan Musso, keputusan yang menandai laga ini lebih sebagai bahan evaluasi ketimbang pertaruhan klasemen.
Pertunjukan Panas di Tengah Cuaca Ekstrem
Cuaca panas dan jadwal yang tidak ideal menjadi tantangan tersendiri. Bahkan hydration break atau jeda minum menjadi penanda penting dalam dinamika pertandingan.
Di balik panas itu, pemain seperti Lino, Herrera, dan Julian justru menunjukkan mentalitas kolektif luar biasa.
Dan saat Koke, Julian, dan De Paul merancang gol pembuka untuk Sorloth, semua elemen pertandingan seolah menyatu sempurna.
Kontroversi Wasit dan Kartu yang Tak Berarti
Wasit Gil Manzano tak luput dari sorotan. Ia sempat mengeluarkan kartu kuning untuk Simeone, yang sebelumnya meminta wasit menegur Yangel Herrera atas pelanggaran berulang.
Walau kartu kelima seharusnya berdampak, tampaknya tak ada konsekuensi nyata untuk musim depan.
Skor Akhir: Girona 0-4 Atletico Madrid
Empat gol tanpa balas, tiga di antaranya lewat aksi Alexander Sorloth, menjadi penegas dominasi Rojiblancos malam itu. Sorloth mencetak hattrick, dan satu gol sisanya hasil kontribusi kolektif apik.
Bagi Atletico, ini adalah penutupan manis musim yang naik-turun. Bagi Girona, ini adalah cermin besar untuk melakukan perombakan.
Dan bagi Julian, laga ini menandai satu hal penting: dialah fondasi tim masa depan. (ota)
Editor : Ockta Prana Lagawira