Jawa Pos Radar Madiun – Lewis Hamilton mengaku frustrasi usai hanya mampu finis di posisi kelima dalam Grand Prix Monako 2025.
Pembalap Ferrari itu menyebut balapan di sirkuit jalan raya Monte Carlo sebagai “balapan menyedihkan” lantaran minim drama dan aksi saling salip.
Hamilton sempat menunjukkan progres dengan meraih posisi keempat saat sesi kualifikasi—hasil terbaiknya musim ini.
Namun penalti grid tiga posisi akibat menghalangi Max Verstappen membuatnya harus start dari posisi ketujuh.
“Saya pikir dari posisi saya — penalti tiga posisi dan bisa naik lagi ke posisi kelima — itu cukup baik. Itu yang terbaik yang bisa saya lakukan,” kata Hamilton.
Minim Aksi, Minim Sensasi
Meskipun berhasil menyalip Isack Hadjar dan Fernando Alonso berkat strategi dua pit stop yang tepat, Hamilton menilai balapan tetap berlangsung monoton.
“Tidak, ini menyedihkan. Balapan di sini secara umum—kecuali kamu memimpin—bahkan ketika kamu memimpin, itu tidak menyenangkan. Kalau tidak finis pertama, rasanya seperti kosong,” ujar Hamilton.
Ia finis di belakang Charles Leclerc dan tertinggal 51 detik dari pemenang balapan Lando Norris.
Terjebak di Zona Sepi
Hamilton mengaku sebagian besar balapan ia jalani tanpa persaingan berarti, terisolasi di tengah lintasan.
“Saya ada di tengah-tengah, di no man’s land,” ungkapnya.
“Setelah menyalip dua mobil di depan, saya tidak punya siapa pun untuk dilawan.”
Hamilton juga menyayangkan tidak adanya Safety Car atau insiden yang bisa memengaruhi jalannya lomba dan membuka peluang kejutan. (ota)
Editor : Ockta Prana Lagawira