Jawa Pos Radar Madiun – Legenda hidup AC Milan, Ruud Gullit, melontarkan kritik tajam terhadap manajemen klub saat ini.
Dalam wawancaranya bersama Tuttosport, Gullit menyoroti bagaimana AC Milan telah kehilangan identitas kejayaan mereka dan kini terancam kehilangan gelandang andalan Tijjani Reijnders di tengah musim yang mengecewakan.
AC Milan hanya finis di peringkat ke-9 Serie A musim ini dan gagal tampil di kompetisi Eropa musim depan.
Mereka juga telah memutuskan berpisah dengan pelatih Sergio Conceicao, dan belum mengumumkan penggantinya.
Gullit, yang membawa Milan meraih dua gelar Piala Eropa pada akhir 1980-an, mengaku kecewa atas kondisi klub.
“Para penggemar tidak senang, dan saya memahaminya. Ini klub besar yang seharusnya bersaing di Liga Champions setiap tahun,” kata Gullit.
Gullit menyayangkan pendekatan pemilik klub asal Amerika Serikat yang menurutnya lebih mengedepankan bisnis daripada nilai sejarah dan kecintaan terhadap sepak bola.
“Saya kesal karena tokoh seperti Paolo Maldini disingkirkan. Ibrahimovic juga terjun ke peran manajemen tanpa pengalaman. Para pemilik tak memahami DNA Milan,” tegasnya.
Gullit juga menyebut bahwa Tijjani Reijnders kemungkinan besar akan meninggalkan AC Milan jika klub tidak menunjukkan ambisi besar.
Reijnders kabarnya diminati oleh Manchester City.
“Dia pemain hebat. Tapi jika Milan tak lagi kompetitif, wajar jika dia memikirkan untuk pergi. Dulu para juara datang ke Milan, sekarang Milan justru menjual mereka,” tegasnya.
Reijnders baru saja memperpanjang kontraknya bersama Rossoneri, namun Gullit menilai hal itu tidak menjamin apa pun dalam dunia sepak bola modern.
AC Milan kini dihadapkan pada dilema: mempertahankan pemain bintang seperti Reijnders atau terus kehilangan aset karena minim prestasi.
Gullit menilai musim depan adalah titik balik, jika klub ingin kembali ke puncak Serie A dan pentas Eropa.
“Ini bukan tim yang buruk, tapi entah kenapa semua hal jadi kacau tahun ini,” pungkas Gullit. (ota)
Editor : Ockta Prana Lagawira