Jawa Pos Radar Madiun - Final Liga Champions musim 2024/2025 akan mempertemukan dua kekuatan besar Eropa: Paris Saint-Germain (PSG) dan Inter Milan.
Pertandingan akbar ini akan digelar di Allianz Arena, Munich, pada Minggu, 1 Juni 2025 pukul 02.00 WIB. Siaran langsung laga bisa disaksikan di SCTV dan Vidio.
PSG melaju ke final dengan performa impresif. Klub ibu kota Prancis itu sukses menyingkirkan Arsenal di babak semifinal dengan agregat 3-1.
Gol-gol dari Ousmane Dembele, Fabian Ruiz, dan Achraf Hakimi mengantar tim asuhan Luis Enrique ke final keduanya sepanjang sejarah mereka.
Di sisi lain, Inter Milan menunjukkan semangat juang luar biasa saat menghadapi Barcelona. Setelah bermain imbang 3-3 di Camp Nou, Nerazzurri berhasil menundukkan Barca 4-3 di San Siro dalam laga penuh drama.
Ini menjadi final ketujuh bagi Inter di Liga Champions, dengan koleksi tiga gelar sebelumnya menjadi modal kepercayaan diri menghadapi PSG.
Pelatih PSG, Luis Enrique, mengungkapkan rasa hormat tinggi terhadap Inter Milan.
Dalam wawancaranya dengan Sky Sport, Enrique menyebut Inter sebagai “tim sejati” yang bermain sangat kompak dan terorganisir.
“Saya sangat menyukai cara Inter bermain. Mereka adalah tim sesungguhnya, semua pemain melakukan tugas dengan kesadaran kolektif. Ini akan jadi final yang terbuka dan penuh pertarungan,” kata Enrique.
Enrique juga menyinggung dinamika skuad PSG pasca kepergian Kylian Mbappé.
Ia mengakui timnya tidak lagi mengandalkan satu bintang, tapi justru menemukan kekuatan baru dalam kolektivitas.
Empat pemain – Dembele, Barcola, Doue, dan Ramos – telah mencetak total 83 gol musim ini.
“Kini bintang ada untuk melayani tim, bukan sebaliknya,” ujarnya.
Inter Punya Modal Tradisi, Tapi PSG Punya Ambisi
Inter Milan datang dengan pengalaman panjang di kompetisi elite ini. Namun PSG, yang gagal pada final 2020 melawan Bayern, kini tampil dengan mental baru.
Enrique percaya peningkatan performa musim ini adalah bukti bahwa PSG siap menorehkan sejarah.
"Kami telah berkembang jauh dibanding musim lalu. Tidak ada yang tahu pasti, tapi kami yakin telah berada di jalur yang tepat," ucapnya.
Dengan trofi Ligue 1 dan final Piala Prancis sudah di tangan, Liga Champions menjadi penutup sempurna.
Namun, Inter bukan lawan sembarangan. Sistem dua penyerang dan pressing variatif mereka terbukti mematikan sepanjang turnamen.
Enrique mengakui Inter unik dan berbeda dari mayoritas klub Eropa lain, serta memuji fleksibilitas taktik mereka.
Prediksi Laga: Laga Ketat Dua Filosofi
Final ini akan menjadi pertarungan antara tim dengan motivasi membuktikan diri dan tim dengan tradisi juara.
PSG datang dengan skuad penuh tenaga muda dan semangat baru pasca era Mbappe. Sementara Inter membawa kedalaman pengalaman dan stabilitas permainan yang teruji.
Semua mata akan tertuju ke Allianz Arena, menyaksikan apakah PSG mampu mengangkat trofi Liga Champions untuk pertama kalinya, atau Inter Milan menambah gelar keempat mereka di pentas Eropa. (ota)
Editor : Ockta Prana Lagawira