Jawa Pos Radar Madiun – Dalam dunia olahraga basket, pemilihan sepatu bukan hanya perkara gaya.
Sepatu basket adalah faktor penentu performa dan keamanan pemain di lapangan.
Dua jenis sepatu paling populer saat ini adalah model high-top dan low-top.
Keduanya punya karakteristik berbeda yang harus disesuaikan dengan gaya bermain, bentuk tubuh, dan tingkat pengalaman pemain.
Sepatu high-top dikenal dengan desain kerah tinggi yang menutup pergelangan kaki.
Model ini dirancang khusus untuk memberikan stabilitas maksimal dan perlindungan lebih terhadap risiko cedera saat melakukan lompatan tinggi atau gerakan mendadak.
Tak heran jika pemain berpostur tinggi atau berbadan besar seperti center dan forward lebih memilih jenis ini karena keunggulannya dalam menjaga keseimbangan.
Sepatu high-top juga kerap jadi pilihan pemula karena memberikan rasa aman tambahan selama bermain.
Meski harganya relatif lebih mahal karena konstruksi yang kokoh dan bantalan tebal, daya tahan sepatu high-top juga lebih tinggi.
Beberapa produk favorit di kategori ini di antaranya adalah Nike LeBron XX dan XXI, Adidas Dame 8 EXTPLY, serta Under Armour Curry 1 Retro High yang menawarkan kombinasi stabilitas dan performa dalam satu paket.
Sebaliknya, sepatu low-top tampil dengan desain ringan dan kerah pendek.
Model ini lebih disukai pemain cepat seperti point guard atau shooting guard yang mengandalkan kelincahan dan akselerasi.
Bobotnya yang ringan membuat pergerakan lebih fleksibel, cocok untuk teknik crossover atau step-back yang butuh kecepatan dan respons tinggi.
Selain untuk pertandingan, sepatu low-top juga digemari karena desainnya yang modis dan nyaman dipakai di luar lapangan.
Dari sisi harga, sepatu low-top umumnya lebih terjangkau, apalagi untuk versi non-premium.
Namun soal teknologi, jangan anggap remeh. Produk-produk seperti Nike Kobe 6 Protro, Puma Clyde All-Pro, dan Li-Ning Sonic Team Low sudah dilengkapi bantalan modern seperti Zoom Air, Lightstrike, hingga Boost yang menunjang performa di lapangan.
Memilih sepatu basket terbaik memang harus disesuaikan dengan kebutuhan individu.
Pemain dengan postur ramping, kaki kecil, atau yang sudah berpengalaman cenderung cocok dengan low-top karena sudah paham teknik pendaratan dan gerakan cepat.
Sebaliknya, bagi pemula, anak-anak, atau pemain berbadan besar, sepatu high-top tetap jadi pilihan aman untuk mencegah cedera.
Apapun pilihannya, pastikan sepatu basket yang kamu gunakan bisa menunjang performa tanpa mengorbankan kenyamanan.
Jangan cuma tergoda tren, sesuaikan dengan kebutuhan di lapangan. Karena dalam olahraga basket, sepatu bukan sekadar alas kaki—melainkan alat utama untuk mendukung skill dan daya tahan tubuh sepanjang permainan. (chi/ota)
Editor : Ockta Prana Lagawira