Jawa Pos Radar Madiun – Nama Senny Mayulu resmi masuk buku sejarah Liga Champions usai mencetak gol di partai puncak antara PSG vs Inter Milan, Sabtu (1/6/2025) di Allianz Arena, Munich.
Pada usia 19 tahun 14 hari, ia menjadi pencetak gol termuda kedua dalam sejarah final Liga Champions, hanya kalah dari Patrick Kluivert yang mencetak gol di usia 18 tahun 327 hari pada final 1995.
Gol Mayulu ke gawang Inter menjadi penutup kemenangan spektakuler PSG 5-0.
Dengan gol ini, Mayulu tidak hanya ikut merayakan keberhasilan PSG menjuarai Liga Champions, tapi juga menegaskan statusnya sebagai bintang masa depan sepak bola Eropa.
5 Pemain Termuda yang Pernah Cetak Gol di Final Liga Champions
• Patrick Kluivert – 18 tahun 327 hari
• Senny Mayulu – 19 tahun 14 hari
• Carlos Alberto – 19 tahun 5 bulan 15 hari
• Desire Doué – 19 tahun 11 bulan 28 hari
• Lars Ricken – 20 tahun 10 bulan 18 hari
• Vinicius Jr – 21 tahun 10 bulan 16 hari
• Lionel Messi – 21 tahun 11 bulan 3 hari
Siapa Senny Mayulu? Profil Singkat Wonderkid PSG
Lahir pada 18 Mei 2006, Senny Mayulu adalah produk akademi PSG yang berkembang pesat sejak 2021.
Pada 25 Juni 2021, ia menandatangani kontrak pemuda tiga tahun dan mulai mencuri perhatian di UEFA Youth League. Ia mencetak gol kemenangan melawan AC Milan U-19 pada 25 Oktober 2023.
Langkah besarnya dimulai saat Luis Enrique memanggilnya ke latihan senior PSG pada 14 November 2023.
Debut profesionalnya terjadi di ajang Coupe de France pada 7 Januari 2024 dalam kemenangan 9-0 atas Revel.
Tak lama, ia langsung masuk kelompok elit tim utama PSG, bersanding dengan Ethan Mbappé dan Warren Zaire-Emery.
Statistik Awal Karier Mayulu
• Gol pertama profesional: 4-1 vs Orléans (Coupe de France)
• Gol pertama di Ligue 1: 4-2 vs Strasbourg (19 Okt 2024)
• Gol pertama di Liga Champions: 7-0 vs Brest (babak play-off)
• Gol final Liga Champions: 5-0 vs Inter Milan (1 Jun 2025)
PSG dan Generasi Baru: Masa Depan Sudah Tiba
Dengan kemenangan ini, PSG tidak hanya mengangkat trofi Liga Champions untuk ketiga kalinya, tetapi juga menegaskan dominasi generasi baru, yang dipimpin pemain muda seperti Mayulu, Warren Zaire-Emery, dan Bradley Barcola.
Terlebih lagi, keberhasilan Mayulu mencetak gol di final membuka diskusi luas soal apakah ia bisa menjadi pemain inti Timnas Prancis di masa mendatang. (ota)
Editor : Ockta Prana Lagawira