Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Luis Enrique Tersentuh Tifo Xana di Final Liga Champions, Trofi Juara untuk Putri Tercintanya yang Meninggal karena Kanker Otak

Ockta Prana Lagawira • Minggu, 1 Juni 2025 | 20:47 WIB
Luis Enrique tersentuh tifo pendukung PSG untuk mendiang putrinya, Xana.
Luis Enrique tersentuh tifo pendukung PSG untuk mendiang putrinya, Xana.

Jawa Pos Radar Madiun – Final Liga Champions 2025 bukan sekadar kemenangan besar Paris Saint-Germain atas Inter Milan.

Malam itu juga menjadi momen penuh emosi bagi pelatih Luis Enrique, yang mendapatkan penghormatan menyentuh dari para pendukung PSG untuk putri mendiangnya, Xana.

Xana, yang wafat pada 2019 akibat kanker tulang langka di usia sembilan tahun, dikenal publik sebagai gadis kecil yang penuh semangat.

Ia ikut merayakan keberhasilan ayahnya saat membawa Barcelona menjuarai Liga Champions 2015 di Berlin, bahkan membawa bendera besar klub ke lapangan.

Tifo Mengenang Xana: Air Mata dan Kehormatan di Allianz Arena

Di tengah perayaan kemenangan 5-0 PSG atas Inter, tribun pendukung Paris mempersembahkan tifo besar bergambar Xana, seolah memenuhi impian Luis Enrique yang sebelumnya mengungkapkan niatnya untuk "menancapkan bendera PSG di lapangan Munich untuk mengenang putrinya."

"Saya sangat senang, sangat emosional di akhir laga dengan spanduk dari para penggemar untuk keluarga saya. Putri saya selalu bersama kami, terutama saat kami kalah," kata Enrique usai laga, matanya terlihat berkaca-kaca.

Xana, Sosok yang Selalu Hadir dalam Kemenangan dan Kesedihan

Luis Enrique menegaskan bahwa dirinya tidak perlu menjuarai Liga Champions untuk mengingat Xana.

Bagi pria asal Spanyol ini, sang putri telah menjadi bagian dari setiap perjalanan—baik saat kemenangan, maupun dalam penderitaan.

"Ini sangat berarti. Tapi putri saya selalu ada. Bersama keluarga saya, kami belajar menikmati segalanya dan berusaha menemukan sisi positif bahkan dari hal buruk," ucapnya.

PSG Ukir Sejarah, Enrique Dedikasikan Trofi Pertama untuk Paris dan Xana

Luis Enrique juga mengungkapkan betapa pentingnya gelar ini bagi PSG. Sejak pertama melatih, ia menargetkan trofi besar—dan akhirnya membawa gelar Liga Champions pertama sepanjang sejarah klub Paris.

"Inter adalah tim hebat, tapi kami fantastis dalam menekan. Setiap pemain berkembang dan kami mempersiapkan pertandingan ini dengan sangat baik," katanya.

Penampilan luar biasa Ousmane Dembélé, yang terus menekan barisan pertahanan Inter, turut dipuji oleh sang pelatih.

Xana semasa hidup memegang bendera Barcelona ditemani Luis Enrique, ayahnya.
Xana semasa hidup memegang bendera Barcelona ditemani Luis Enrique, ayahnya.

Momen Abadi, Warisan Xana

Final ini menegaskan satu hal: bagi Enrique, setiap gelar bukan semata trofi, melainkan warisan cinta yang tidak akan pudar.

Xana, dalam kenangan sang ayah dan ribuan pendukung PSG, hidup kembali malam itu di Munich. (ota)

Editor : Ockta Prana Lagawira
#psg #Tifo #luis enrique #XANA #PSG juara Liga Champions 2025 #final liga champions #pendukung #psg vs inter milan