Jawa Pos Radar Madiun – Harapan Timnas Indonesia melaju ke Piala Dunia 2026 akan ditentukan dalam dua laga penting kontra Tiongkok (5 Juni) dan Jepang (10 Juni).
Namun, hasil kurang maksimal di laga sebelumnya menimbulkan pertanyaan besar tentang kesiapan skuad Garuda dari sisi taktik dan individu.
Analisis performa terkini menunjukkan sejumlah kelemahan yang perlu segera dibenahi oleh pelatih Patrick Kluivert, mulai dari ketajaman lini serang hingga kerentanan pertahanan saat transisi.
Ketumpulannya Lini Serang: Tanpa Daya Gedor
Dalam pertandingan terakhir melawan Tiongkok, Timnas kesulitan menciptakan peluang berbahaya. Ketiadaan Thom Haye sebagai pengatur serangan sangat terasa.
Duet Ivar Jenner dan Nathan Tjoe-A-On justru bermain aman, tanpa progresi signifikan. Ketika menghadapi Jepang, Garuda hanya mampu mencatat dua tembakan tepat sasaran.
Analis taktik AFC mencatat, “Tanpa playmaker murni, serangan Indonesia terlalu kaku dan minim kreasi.”
Lini Belakang yang Rawan Dieksploitasi
Skema tiga bek yang digunakan Shin Tae-yong sebelumnya membuka ruang besar di sisi sayap, terutama saat Asnawi Mangkualam terlalu ofensif.
Hal itu dimanfaatkan Jepang untuk mencetak empat gol tanpa balas. Transisi bertahan yang lambat menjadi titik rawan.
Firman Utina, mantan gelandang Timnas, menilai, “Indonesia kesulitan merapikan struktur pertahanan usai kehilangan bola."
Build-Up Play yang Gagal Jalan
Permainan dari belakang seringkali mentok di lini tengah. Maarten Paes dan lini belakang kurang tenang dalam mendistribusikan bola, membuat alur serangan patah di awal.
Minimnya pivot yang efektif juga memperlambat perpindahan bola dari bertahan ke menyerang.
Lawan seperti Tiongkok pun mampu menekan sejak garis pertama, memutus jalur umpan Garuda sejak dini.
Minim Gol dari Bola Mati
Hingga saat ini, Indonesia belum mencetak satu pun gol dari set piece dalam putaran ketiga. Justru di sisi bertahan, tim asuhan Kluivert sering kehilangan fokus dan nyaris kebobolan lewat bola mati cepat dari lawan.
Strategi Jitu Lawan Tiongkok dan Jepang
Dua laga penentuan membutuhkan strategi matang. Untuk laga melawan Tiongkok, berikut rekomendasi taktik yang bisa digunakan:
1. Mainkan Thom Haye sejak menit awal untuk meningkatkan kreativitas.
2. Gunakan skema 5-4-1 untuk menjaga kompaknya lini belakang.
3. Waspadai bola panjang dan serangan balik cepat ala Tiongkok.
4. Maksimalkan peluang dari serangan balik dan eksekusi akhir.
5. Tekan lawan secara terorganisir saat kehilangan bola.
Sedangkan saat menghadapi Jepang, Garuda wajib tampil disiplin penuh.
Rotasi pemain dan pressing di zona tengah sangat krusial untuk menghambat dominasi tim Samurai Biru.
Kluivert Panggil Nama Baru, Persaingan Makin Ketat
Erick Thohir, Ketua Umum PSSI, menyebut pelatih Patrick Kluivert puas dengan kedalaman skuad terbaru. Dalam daftar 30 pemain, ada nama baru seperti Beckham Putra yang dipanggil untuk pertama kali.
Pemain lama seperti Stefano Lilipaly, Yakob Sayuri, Yance Sayuri, Asnawi Mangkualam, dan Reza Arya juga kembali bergabung. "Tidak ada zona aman. Semua pemain harus bersaing," kata Erick.
Menurutnya, saat ini Indonesia sudah punya kedalaman skuad 2×11 yang seimbang. Cedera tak lagi jadi alasan. (ota)
Editor : Ockta Prana Lagawira