Jawa Pos Radar Madiun - Gelandang asal Palestina, Mohammed Rashid, akhirnya angkat kaki dari Persebaya Surabaya di bursa transfer Liga 1 jelang musim 2025/2026.
Meski kontraknya tak diperpanjang untuk musim 2025/2026, Rashid tetap meninggalkan kesan mendalam, baik untuk klub maupun para suporter Bonek dan Bonita.
Lewat unggahan di akun Instagram pribadinya, eks pemain Persib Bandung itu menuliskan pesan menyentuh sebagai bentuk perpisahan.
“Perjalanan saya bersama Persebaya telah berakhir. Satu musim yang penuh kenangan tak terhitung dan ikatan yang mendalam yang akan selalu saya bawa,” tulis Rashid.
Pemain 29 tahun itu mencatatkan 15 penampilan dan mencetak 6 gol selama berseragam Green Force.
Meskipun hanya semusim, Rashid tampaknya sudah merasa begitu terikat dengan klub asal Kota Pahlawan itu.
Ia mengungkapkan momen-momen terbaiknya di Liga 1 bersama Bajul Ijo, termasuk debut pertamanya hingga pertandingan ke-99 di sepak bola Indonesia.
Dicoret Persebaya, Rashid Tetap Bungkam Soal Klub Baru
Keputusan Persebaya untuk mencoret Rashid dikaitkan dengan rencana perombakan besar dalam menyambut musim baru Liga 1 2025/2026.
Meski demikian, Rashid tetap menunjukkan sikap profesional. Ia memberikan apresiasi kepada pelatih, staf tim, rekan-rekan satu tim, hingga para suporter.
“Ini bukan sekadar perpisahan, ini adalah sampai jumpa nanti. Dengan cinta dan rasa hormat, Rashid,” tutupnya.
Hingga kini belum ada informasi resmi soal pelabuhan baru bagi gelandang Timnas Palestina tersebut.
Baca Juga: Rachmat Irianto Ramaikan Bursa Transfer Liga 1: Kembali ke Persebaya, Diikat Kontrak Dua Tahun
Jejak Karier Rashid di Sepak Bola Indonesia
Mohammed Rashid pertama kali dikenal publik Indonesia ketika membela Persib Bandung pada musim 2021, setelah direkrut dari klub Arab Saudi, Al Jeel.
Setelah semusim, dia hijrah ke Smouha SC di Liga Mesir, lalu kembali ke Palestina untuk membela Jabal Al Mukaber.
Kariernya di Liga 1 kembali berlanjut saat Bali United merekrutnya untuk musim 2023/2024.
Setelah itu, ia pindah ke Persebaya pada musim berikutnya. Meski hanya singgah sementara, Rashid dikenal sebagai gelandang tangguh dan pekerja keras. (tif/naz)
Editor : Mizan Ahsani