Jawa Pos Radar Madiun - Emil Audero akhirnya resmi bersiap menjalani debut bersama Timnas Indonesia dalam laga kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan China, Kamis malam (5/6) pukul 20.45 WIB di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta.
Kiper keturunan Indonesia–Italia itu hampir pasti diturunkan oleh pelatih Patrick Kluivert.
Emil kini menjadi salah satu harapan utama di bawah mistar untuk menjaga gawang Garuda tetap aman di hadapan lebih dari 70 ribu penonton yang diprediksi memenuhi stadion.
Tak hanya ribuan pasang mata di stadion dan jutaan penonton televisi, Emil juga mendapat dukungan langsung dari keluarganya yang datang dari Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.
Ayah Emil Audero Bawakan Kue Kesukaan Sang Kiper
Ayah Emil, Edi Mulyadi, menyampaikan kepada Jawa Pos bahwa dirinya sudah berada di Jakarta dan siap hadir langsung di stadion untuk menyaksikan sang anak berlaga.
Menariknya, Edi membawa oleh-oleh khas untuk Emil: kue nastar favorit yang biasa disantap sejak kecil.
Namun, Edi mengaku tidak berani membawa terlalu banyak makanan, karena ada aturan ketat dari tim pelatih mengenai asupan gizi para pemain.
“Yang penting ada kue kesukaannya, nastar,” ucapnya.
Pemkab dan Askab PSSI Lombok Tengah Gelar Nobar
Antusiasme terhadap debut Emil Audero tak hanya datang dari keluarga.
Di kampung halamannya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Lombok Tengah turut menggelar nonton bareng (nobar) untuk mendukung kiprah sang penjaga gawang.
“Kami selaku orang tua, keluarga besar, tentu berdoa. Dari seluruh bangsa Indonesia agar mudah-mudahan Allah SWT mengizinkan Timnas lolos ke Piala Dunia,” ujar Edi penuh harap.
Emil Audero Akan Berlibur ke Lombok Usai Laga Kontra Jepang
Usai laga lawan China di Jakarta, Timnas Indonesia dijadwalkan bertandang ke Jepang untuk laga berikutnya pada 10 Juni mendatang. Setelah itu, Emil Audero dikabarkan akan berlibur ke kampung halamannya di Praya, Lombok Tengah.
“Paling tidak sampai tanggal 12 Juni. Setelah itu break, ada sedikit masa liburan yang akan dihabiskan di Lombok, lalu kembali ke Como,” jelas Edi. (tif/naz)
Editor : Mizan Ahsani