Jawa Pos Radar Madiun – Bek kiri Portugal dan Paris Saint-Germain, Nuno Mendes, tampil gemilang saat membawa timnya menjuarai UEFA Nations League 2024/2025.
Dalam laga final melawan Spanyol yang digelar Senin (9/6/2025) dini hari WIB, Portugal menang lewat drama adu penalti 5-3 setelah bermain imbang 2-2 selama 120 menit.
Salah satu duel yang paling disorot dalam laga ini adalah pertarungan Mendes menghadapi wonderkid Spanyol, Lamine Yamal.
Dalam pertandingan yang sarat tensi itu, Mendes tak hanya mencetak gol pembuka, tapi juga tampil solid dalam menjaga pergerakan Yamal yang selama ini dikenal sebagai motor serangan La Furia Roja.
“Duel melawan Yamal, sama seperti banyak bentrokan lain yang pernah saya alami selama musim ini,” kata Mendes, dikutip dari ESPN.
“Hari ini saya mengalahkan Lamine dan tidak membiarkannya melakukan yang terbaik.
Penampilan cemerlang itu mengantarkan Nuno Mendes meraih penghargaan Pemain Terbaik di final Nations League.
Ia menyebut performanya tak lepas dari kerja keras di level klub bersama PSG, serta kepercayaan penuh dari timnas Portugal.
“Saya telah memainkan banyak pertandingan bagus dan ini tentang pekerjaan saya secara individu dan dengan pelatih di PSG dan Portugal. Semua ini membantu tim dan saya senang bisa membawa pulang trofi,” imbuhnya.
Mendes Jagokan Dembele untuk Ballon d'Or
Dalam wawancara yang sama, Nuno Mendes juga menyinggung soal persaingan Ballon d'Or 2025. Menurutnya, rekan setimnya di PSG, Ousmane Dembele, layak meraih penghargaan bergengsi itu.
Ia bahkan membandingkan Dembele dengan Lamine Yamal, yang dianggap banyak orang sebagai rising star terbaik musim ini.
“Ballon d'Or? Saya bermain dengan Ousmane dan dia menjalani musim yang luar biasa. Lamine juga menjalani musim luar biasa. Tapi Ousmane akan berada di Piala Dunia Antarklub dan Lamine tidak, jadi saya sangat senang untuk Ousmane,” ucap Mendes.
Ia juga menyebut Dembele sebagai sosok yang ulet dan menginspirasi, apalagi setelah perjuangannya bangkit dari cedera di masa lalu.
“Ia adalah pemain luar biasa. Saya menyukainya sebagai pemain dan pribadi. Saya akan membantu dia meraih Ballon d'Or,” tegasnya.
Momen Pahit Yamal: Lepas Medali dan Pilih Pergi
Di sisi lain, Lamine Yamal mengalami malam yang pahit. Dalam video yang beredar luas di media sosial, wonderkid Barcelona itu memilih meninggalkan lapangan saat Cristiano Ronaldo mengangkat trofi.
Ia terlihat berjalan menuju ruang ganti, sambil melepas medali dari lehernya. Aksinya kontras dengan para pemain Spanyol lain yang tetap di lapangan memberi penghormatan pada Portugal.
Momen emosional juga terjadi saat bola yang tengah dikuasai Yamal berhasil direbut langsung oleh Ronaldo dalam satu duel.
Ini menjadi simbol bahwa malam itu memang bukan milik Yamal, melainkan panggung untuk pengalaman dan ketangguhan Portugal. (ota)
Editor : Ockta Prana Lagawira