Jawa Pos Radar Madiun – Harapan Wales untuk menciptakan salah satu comeback terbesar dalam sejarah mereka sirna di detik-detik akhir.
Setelah tertinggal 0-3 dari tuan rumah Belgia dalam laga lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa, tim asuhan Craig Bellamy bangkit secara luar biasa untuk menyamakan skor menjadi 3-3.
Namun, gol Kevin De Bruyne di menit ke-88 memupus segalanya.
Berlaga di Brussels, Belgia tampil beringas sejak awal.
Romelu Lukaku membuka skor lewat titik putih pada menit ke-15, disusul oleh penyelesaian klinis Youri Tielemans empat menit kemudian.
Jeremy Doku kemudian menunjukkan aksi individunya untuk mencetak gol ketiga Belgia, menjadikan skor 3-0 hanya dalam 27 menit.
Saat terlihat seperti akan menjadi kekalahan besar, Wales menunjukkan identitas baru mereka di bawah Bellamy. Jelang babak pertama berakhir, penalti Harry Wilson memperkecil ketertinggalan.
Di babak kedua, Sorba Thomas mencetak gol perdananya untuk Wales setelah menerima umpan silang brilian dari Wilson, sebelum Brennan Johnson menyamakan skor lewat sundulan.
Suasana berubah total. Pendukung Wales bersorak, mengenang momen kemenangan ikonik atas Belgia di Euro 2016.
Bahkan, gol kedua Lukaku sempat dianulir VAR, menambah harapan bahwa hasil imbang bisa dipertahankan.
Namun, Belgia tak tinggal diam. Menjelang akhir laga, pertahanan Wales lengah saat menghadapi situasi bola mati.
Umpan silang dari sisi kanan tidak mampu diantisipasi dan De Bruyne berdiri bebas di tiang jauh, menceploskan bola untuk memastikan kemenangan 4-3 bagi tuan rumah.
Kekalahan ini sangat menyakitkan bagi Wales. Mereka gagal memperpanjang rekor tak terkalahkan menjadi 10 laga, dan harus turun ke posisi kedua Grup J setelah digeser Makedonia Utara yang menang atas Kazakhstan.
Meski begitu, performa gemilang mereka malam itu menjadi bukti bahwa transformasi Bellamy membawa dampak nyata.
Taktik berani, mentalitas menyerang, dan semangat pantang menyerah memberi optimisme tinggi saat mereka kembali bertemu Belgia pada putaran berikutnya di musim gugur. (ota)
Editor : Ockta Prana Lagawira