Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Semen Padang Kena Sanksi FIFA, Transfer Diblokir Tiga Periode karena Masalah Bruno Dybal

Ockta Prana Lagawira • Kamis, 12 Juni 2025 | 21:59 WIB
Semen Padang disanksi FIFA tiga periode transfer karena masalah kompensasi Bruno Dybal.
Semen Padang disanksi FIFA tiga periode transfer karena masalah kompensasi Bruno Dybal.

Jawa Pos Radar Madiun - Semen Padang FC menjadi klub Indonesia terbaru yang terkena sanksi dari FIFA berupa registrations bans alias larangan mendaftarkan pemain baru.

Hukuman ini diumumkan FIFA sejak 9 Juni 2025 dan berlaku selama tiga periode transfer ke depan.

Sanksi itu langsung memicu perhatian publik, mengingat Kabau Sirah sedang bersiap naik kasta ke Liga 1 2025/2026.

Sanksi larangan pendaftaran umumnya dijatuhkan kepada klub yang memiliki masalah administrasi dalam transfer pemain, seperti tunggakan gaji atau kompensasi kontrak.

Nama Semen Padang kini masuk dalam daftar FIFA Registration Bans List, bersama sejumlah klub lain yang dinyatakan tidak memenuhi kewajiban sesuai regulasi.

CEO Semen Padang Win Bernardino membenarkan adanya hukuman dari FIFA.

Dalam keterangannya kepada JawaPos.com pada Kamis (12/6), Win menjelaskan bahwa sanksi tersebut muncul karena klub belum menyelesaikan kompensasi terhadap salah satu pemain asing.

“Iya, ini terkait penyelesaian kompensasi pemain asing yang kami release di putaran 1 musim kemarin,” ujar Win.

“Memang ada keterlambatan karena proses administrasi di akhir Mei dan awal Juni yang banyak libur,” tambahnya.

Ia memastikan bahwa masalah itu tidak berkaitan dengan Charlie Scott, pemain asal Inggris yang sempat berseteru dengan klub secara terbuka di media sosial.

Konflik dengan Scott, menurut Win, sudah selesai dan pembayaran haknya telah dituntaskan pada awal Juni 2025.

Masalah sesungguhnya, kata Win, berasal dari mantan gelandang asing asal Brasil, Bruno Dybal.

“Bukan Charlie Scott, tapi Bruno Dybal. Targetnya akhir Juni ini diselesaikan,” tegasnya.

Bruno Dybal sempat membela Semen Padang di awal musim Liga 1 2024/2025, tetapi hanya tampil dalam 10 pertandingan.

Perannya dinilai kurang maksimal, sehingga manajemen memutuskan untuk melepasnya saat jendela transfer putaran pertama dibuka.

Meski terkena sanksi larangan transfer, Win memastikan kondisi tim tetap stabil.

Ia juga menegaskan bahwa pihaknya sedang bergerak cepat agar masalah kompensasi Dybal bisa tuntas sebelum batas akhir yang ditetapkan FIFA.

“Insya Allah SPFC akan segera menyelesaikan masalah ini sesuai dengan rencana pembayaran kita terkait kompensasi ini. Jadi hal ini tidak perlu dikhawatirkan dan tidak menganggu persiapan kita untuk musim 2025/2026,” jelas Win.

Sebagai informasi, daftar FIFA Registration Bans List rutin diperbarui untuk menjaga transparansi antara klub, pemain, agen, dan federasi.

Publikasi ini menjadi rujukan penting agar klub-klub profesional mematuhi regulasi dan tidak menunda kewajiban finansial kepada pemain.

Sanksi ini tentu menjadi pelajaran penting bagi Semen Padang dan klub-klub Indonesia lainnya agar lebih cermat dalam menyelesaikan hak-hak pemain.

Di saat bersamaan, publik kini menanti komitmen Kabau Sirah untuk segera menyelesaikan urusan tersebut, agar persiapan menghadapi Liga 1 berjalan lancar tanpa gangguan administratif. (ota)

Editor : Ockta Prana Lagawira
#transfer pemain Indonesia #Jalan Toroan #Win Bernardino #sanksi FIFA #Bruno Dybal #Liga 1 2025 2026 #FIFA registration bans #Charlie Scott #semen padang