Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

FIFA Gunakan Teknologi Offside Semi-Otomatis: Bisa Akhiri Kontroversi dan Kurangi Risiko Cedera Pemain?

Latiful Habibi • Jumat, 13 Juni 2025 | 22:20 WIB
Pemain FC Twente Sem Steijn mencetak gol penyama kedudukan.
Pemain FC Twente Sem Steijn mencetak gol penyama kedudukan.

Jawa Pos Radar Madiun - FIFA kembali membuat gebrakan teknologi dalam perwasitan sepak bola dunia.

Setelah sukses menguji coba sistem offside semi-otomatis (SAOT) pada Piala Interkontinental Desember lalu, badan sepak bola dunia itu kini resmi memperluas penggunaannya dalam ajang Piala Dunia Antarklub 2025 di Amerika Serikat.

Tujuan utama penerapan teknologi ini adalah menghindari keterlambatan pengibaran bendera offside yang selama ini menjadi momok—bahkan bisa berujung fatal seperti dalam kasus Taiwo Awoniyi (Nottingham Forest) yang mengalami cedera usai melanjutkan permainan padahal ia sudah jelas offside.

Menurut laporan ESPN, sistem SAOT kini dilengkapi dengan 16 kamera pelacak pemain dan sensor khusus di dalam bola pertandingan, yang seluruhnya digerakkan oleh kecerdasan buatan (AI).

Sistem ini bisa langsung mendeteksi jika seorang pemain berada dalam posisi offside dengan toleransi hanya 10 sentimeter.

"Ketika pemain berada dalam posisi offside dan menyentuh bola, asisten wasit akan menerima pesan audio ‘offside, offside’ dan langsung bisa menaikkan bendera tanpa menunggu,” jelas Johannes Holzmüller, Direktur Inovasi FIFA.

Penerapan teknologi ini disebut bisa menghemat waktu dan mengurangi insiden tak perlu.

FIFA memperkirakan 4–5 kejadian offside per pertandingan bisa diidentifikasi dengan cepat tanpa perlu intervensi VAR terlebih dahulu, asalkan melebihi ambang batas keyakinan tinggi.

Sementara itu, Pierluigi Collina, Ketua Komite Wasit FIFA, menekankan bahwa teknologi ini tetap membutuhkan intuisi wasit lapangan.

“Kami sudah instruksikan asisten wasit untuk lebih berani. Kalau offside-nya dua meter, kenapa harus ragu? Tapi dalam situasi meragukan, biarkan teknologi membantu,” tuturnya.

Collina menambahkan bahwa jika bendera terlalu cepat dinaikkan, bisa saja keputusan VAR menjadi tidak relevan karena permainan sudah terhenti. Maka dari itu, flag delay tetap penting dalam konteks insiden meragukan.

Namun dengan adanya sistem baru ini, untuk kasus offside yang jelas—terutama pemain yang sendirian menuju gawang—keraguan itu seharusnya tidak lagi terjadi.

Ini bukan hanya soal akurasi, tapi juga keamanan dan keadilan dalam sepak bola modern.

Dengan kombinasi AI, kamera pelacak 3D, dan chip di bola pertandingan, FIFA tampaknya serius menjadikan sepak bola lebih cepat dan transparan.

Inovasi ini tak hanya menyederhanakan kerja asisten wasit, tapi juga memperkecil celah kontroversi dalam setiap keputusan krusial di atas lapangan. (tif)

Editor : Mizan Ahsani
#offside #ai #kamera #FIFA #Club World Cup 2025 #Sensor #piala dunia antarklub