Jawa Pos Radar Madiun - Federasi Sepakbola Asia (AFC) secara resmi telah mengumumkan mengenai tuam rumah atau host penyelenggaraan Kualifikasi Piala Dunia 2026 ronde keempat pada hari Jumat (13/6).
Seperti informasi yang beredar sebelumnya, Qatar dan Arab Saudi mendapat privilege sebagai tuan rumah babak tersebut yang rencananya digelar bulan Oktober mendatang.
Sebelum resmi diumumkan, kabar mengenai kedua negara Timur Tengah itu menjadi host sudah banyak beredar di media sosial.
Bahkan, alasan kenapa AFC menunjuk Qatar dan Arab Saudi juga sempat menjadi pertanyaan.
Seperti yang diunggah akun instagram @blangkon.football.
Kedua negara itu berhak menjadi host karena secara peringkat FIFA menempati rangking tertinggi dibanding empat negara lainnya.
Ketentuan tersebut dibuat seolah untuk membenarkan penunjukkan Qatar dan Arab Saudi sebagai tuan rumah.
Kini, setelah ada pengumuman resminya, netizen khususnya dari Indonesia kembali bersuara.
Banyak yang mengomentari informasi tersebut dengan nada menyindir dan meminta dua tiket lolos ke putaran final Piala Dunia 2026 melalui ronde keempat diberikan langsung kepada Qatar dan Arab Saudi.
Bukan tanpa alasan, sebab dari pengalaman sebelumnya terutama di Piala Asia 2023, tuan rumah Qatar menjadi juara meski dinilai sangat kontroversial.
Di mana kala itu, di pertandingan melawan Jordania, Qatar mendapatkan penalti hingga 3 kali.
Indonesia Juga Pernah Merasa Dirugikan saat gelaran Piala Asia U-23 yang juga digelar di Qatar.
Saat itu, Indonesia U-23 asuhan Shin Tae-yong kalah dengan Qatar di fase grup.
Namun, yang jadi perdebatan kala itu, banyak keputusan wasit yang dinilai tidak fair.
Termasuk memberika kartu merah kepada Ivar Jerner dan Ramadan Sananta.
Pun, ketika banyak pemain Indonesia dijatuhkan wasit tidak memberikan hadiah tendangan bebas dan tetap melanjutkan pertandingan.
Dari pengalaman itu, tentu para fans sepakbola tanah air dan mungkin sebagian pendukung negara lain yang akan bertanding di ronde keempat kualifikasi Piala Dunia 2026 jadi was-was.
Tidak hanya soal keputusan wasit, tapi juga mengenai pendukung yang hadir di lapangan.
Meski demikian, jika tidak ada perubahan keputusan dari AFC, para peserta kualifikasi Piala Dunia tetap harus menjalani pertandingan tersebut sebagai bentuk sportifitas.
Tentu sambil berharap tidak ada keputusan yang menguntungkan salah satu tim. (tif)
Editor : Mizan Ahsani