Jawa Pos Radar Madiun - Wakil Afrika Utara kembali mewarnai Piala Dunia Antarklub FIFA 2025.
Kali ini, giliran Esperance Sportive de Tunis yang datang ke Amerika Serikat membawa ambisi besar dan sejarah panjang.
Namun, realita kompetisi membuat perjalanan klub asal Tunisia ini tidak mudah, terutama setelah tergabung di Grup D bersama dua raksasa: Chelsea dan Flamengo.
Ditunjuk sebagai wakil berdasarkan peringkat tertinggi dalam pemeringkatan empat tahun CAF (Konfederasi Sepak Bola Afrika), Esperance datang dengan reputasi gemilang.
Mereka menjuarai Piala Tunisia dan mempertahankan sejumlah pemain kunci dari panggilan timnas demi fokus total pada pertandingan pembuka melawan Flamengo.
Namun, langkah ini bisa saja menjadi pertaruhan besar.
Flamengo saat ini tengah memuncaki klasemen Serie A Brasil dan berada dalam performa terbaik di bawah asuhan Filipe Luis.
Sementara itu, Chelsea datang sebagai juara Liga Konferensi UEFA, dan meski dalam transisi skuad, mereka tetap unggul dari sisi kedalaman pemain dan pengalaman Eropa.
Hanya satu laga yang tampaknya bisa dimenangkan Esperance de Tunis di atas kertas, yakni melawan Los Angeles FC. Namun, status “kuda hitam” tetap membayangi.
Dikutip dari ESPN, harapan besar yang dipasang suporter dan klub mungkin justru menjadi beban tersendiri.
Apalagi, skuad Esperance kali ini dinilai tidak setangguh edisi 2018–2019 yang pernah menjuarai Liga Champions Afrika secara beruntun.
Pemain-pemain seperti Youcef Belaïli, Mohamed Amine Tougai, hingga Yan Sasse menjadi kunci harapan, tetapi seberapa jauh mereka bisa melangkah di turnamen dengan level sekelas ini masih menjadi tanda tanya besar.
Di luar lapangan, Esperance juga berbenah.
Mereka merilis jersey khusus edisi Piala Dunia Antarklub, menandai momen istimewa partisipasi global ini.
Bahkan, mereka turut membawa simbol ikonik: Oulidha, karakter anak laki-laki kartun yang menjadi maskot klub sejak 1919, yang juga mewakili semangat dan kebanggaan suporter fanatik Esperance.
Skuad Esperance Sportive de Tunis – CWC 2025
Kiper: Bechir Ben Said, Amanallah Memmiche, Mohamed Sedki Debchi
Bek: Yassine Meriah, Mohamed Amine Tougai, Hamza Jelassi, Raed Bouchniba, Mohamed Ben Ali, Mohamed Amine Ben Hamida, Ayman Ben Mohamed
Gelandang: Onuche Ogbelu, Khalil Guenichi, Chiheb Jebali, Mohamed Wael Derbali, Houssem Tka, Abdramane Konate, Yan Sasse, Youcef Belaili, Elias Mokwana
Penyerang: Achref Jabri, Rodrigo Rodrigues, Haythem Dhaou
(tif)
Editor : Mizan Ahsani