Jawa Pos Radar Madiun – Aroma perubahan besar mulai tercium dari kubu Persija Jakarta.
Klub ibu kota yang musim lalu hanya finis di peringkat ketujuh klasemen Liga 1 itu tampaknya tak mau berlama-lama tenggelam dalam keterpurukan.
Langkah-langkah agresif mulai dilakukan manajemen Macan Kemayoran, dimulai dari perombakan skuad secara menyeluruh hingga perburuan sejumlah nama besar di bursa transfer.
Kepergian Marko Simic menandai awal dari gelombang restrukturisasi. Penyerang asal Kroasia itu resmi berpisah setelah musim yang tak terlalu produktif, hanya mencetak lima gol.
Namun, Simic tetap dikenang sebagai bagian dari kejayaan Persija saat merengkuh trofi Liga 1 pada 2018.
Di lini belakang, bek andalan Ondrej Kudela juga tak melanjutkan kontraknya, diikuti oleh eksodus pemain asing seperti Maciej Gajos, Ramon Bueno, dan Pablo Andrade.
Tak hanya pemain asing, sejumlah pilar lokal juga dilepas. Nama-nama seperti Syahrian Abimanyu, Muhammad Ferarri, dan Resky Fandi yang selama ini menjadi bagian penting tim juga resmi meninggalkan Persija.
Perubahan ini jelas mencerminkan betapa seriusnya manajemen dalam membangun ulang fondasi tim demi menatap musim baru dengan lebih solid.
Sebagai langkah awal, Persija menunjuk Mauricio Souza sebagai pelatih anyar. Juru taktik asal Brasil ini dikenal memiliki pendekatan modern dan taktis, diharapkan mampu membangkitkan gairah permainan Persija yang sempat kehilangan karakter.
Kedatangannya disambut harapan besar dari para pendukung, terlebih setelah manajemen memastikan kontrak empat pemain kunci tetap terjaga.
Gustavo Almeida, top skor kedua Liga 1 musim lalu dengan 18 gol, dipastikan bertahan bersama Ilham Rio Fahmi, Dony Tri Pamungkas, dan Aditya Warman.
Kini perhatian tertuju pada potensi kedatangan wajah-wajah baru yang bisa mengubah nasib Persija musim depan. Nama Lucas Ribamar mencuat ke permukaan.
Penyerang asal Brasil itu mencuri perhatian saat tampil di Liga Vietnam bersama Thanh Hoa FC. Kabar kedekatannya dengan Persija diperkuat dengan intensitas pembicaraan yang terus meningkat.
Tak hanya itu, gelandang timnas Indonesia Thom Haye juga disebut-sebut sudah mencapai kesepakatan dengan Persija.
Pemain kelahiran Belanda itu sebelumnya bermain di Almere City dan dikabarkan akan menandatangani kontrak berdurasi dua musim.
Isu ini muncul bersamaan dengan sikap terbuka PSSI terhadap pemain diaspora yang ingin merumput di kompetisi domestik.
Namun, Haye juga sedang dibidik oleh Bali United, membuat rumor ini semakin hangat.
Di sektor sayap, nama Moussa Sidibe menjadi topik pembicaraan hangat. Winger asal Mali yang tampil konsisten bersama Persis Solo itu sebelumnya santer dikaitkan dengan Persib Bandung.
Namun, laporan terakhir menyebutkan bahwa Persija kini berada di posisi terdepan dalam negosiasi.
Kedekatannya dengan Ryo Matsumura diyakini menjadi faktor pendorong utama yang bisa membawanya ke Jakarta.
Sederet nama lain juga masuk dalam radar rekrutmen Persija.
Mulai dari Cleberson dan Jaja yang tampil solid di Liga 1 musim lalu, hingga sejumlah pemain asing seperti Gustavo Nonato dari Fluminense, serta striker Prancis Enzo Celestine dan bomber muda Spanyol Garcia Pascua yang kabarnya segera merapat.
Bek kiri Leo Guntara dan Reva Adi pun disebut menjadi bagian dari strategi penyegaran di lini belakang.
Dengan segala manuver ini, Persija Jakarta seolah mengirimkan sinyal kuat bahwa mereka tidak main-main.
Ambisi untuk kembali ke jalur juara benar-benar ditunjukkan melalui pergerakan yang cepat, tegas, dan menyasar kualitas tinggi.
Kini bola ada di tangan Mauricio Souza, apakah ia mampu menyatukan semua keping puzzle ini menjadi satu tim yang siap bertarung di kasta tertinggi sepak bola Indonesia. (ota)
Editor : Ockta Prana Lagawira