Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Malut United Pecat Imran Nahumarury dan Yeyen Tumena, Ini Alasannya!

Ockta Prana Lagawira • Selasa, 17 Juni 2025 | 02:50 WIB
Malut United pecat Imran Nahumarury dan Yeyen Tumena karena pelanggaran berat.
Malut United pecat Imran Nahumarury dan Yeyen Tumena karena pelanggaran berat.

Jawa Pos Radar Madiun – Kejutan besar datang dari Maluku Utara. Klub sensasional Malut United FC secara resmi memutuskan kerja sama dengan pelatih kepala Imran Nahumarury dan direktur teknik Yeyen Tumena.

Pemecatan dua sosok penting ini diumumkan langsung oleh Direktur Utama PT Malut Maju Sejahtera, Dirk Soplanit, yang menyebut bahwa keputusan berat itu harus diambil demi menyelamatkan masa depan klub.

Dalam keterangan resmi yang dirilis melalui Instagram resmi klub pada Senin (16/6), Dirk menyatakan bahwa Imran dan Yeyen telah melakukan pelanggaran berat yang bertentangan dengan prinsip dan tujuan Malut United.

“Surat pemecatan sudah kami kirimkan dan telah mereka terima. Keduanya terbukti melakukan pelanggaran berat yang tak bisa ditolerir karena bertentangan dengan filosofi, prinsip, dan tujuan klub,” tegas Dirk.

Langkah drastis ini terasa ironis, mengingat Imran adalah satu-satunya pelatih lokal yang berhasil membawa tim debutan seperti Malut United tampil impresif di kasta tertinggi sepak bola nasional.

Musim lalu, Imran sukses membawa Malut United menutup Liga 1 2024/2025 di posisi ketiga—prestasi luar biasa untuk tim yang baru promosi dari Liga 2.

Namun, Dirk menegaskan bahwa bagi Malut United, prestasi bukan segalanya. Nilai-nilai seperti kejujuran, integritas, komitmen, dan loyalitas jauh lebih penting dalam membangun fondasi klub profesional jangka panjang.

“Keputusan ini kami ambil karena ingin menyelamatkan klub. Bagi kami, klub lebih besar dari semuanya,” ujar Dirk, menandaskan bahwa manajemen tidak akan berkompromi jika ada pelanggaran yang mencederai filosofi klub.

Ia juga menambahkan bahwa selama dua tahun terakhir, pihaknya belum menyentuh sisi bisnis klub secara serius karena masih fokus pada branding dan pembangunan infrastruktur internal.

Seperti diketahui, Imran Nahumarury memulai kiprahnya di Malut United sejak klub masih berlaga di Liga 2 musim 2023/2024.

Di bawah komandonya, tim muda ini melesat cepat dan sukses promosi ke Liga 1 hanya dalam satu musim.

Kiprah gemilang berlanjut saat ia memimpin tim di musim debut Liga 1 dengan prestasi luar biasa. Bersama direktur teknik Yeyen Tumena, Imran menjadikan Malut United sebagai kekuatan baru yang disegani.

Pada April 2025, bahkan manajemen sempat memperpanjang kontrak keduanya. COO klub, Willem D. Nanlohy, ketika itu menyebut Imran dan Yeyen sebagai “sosok kunci dalam perjalanan klub sejak berdiri pada 2023.”

Di bawah kepemimpinan mereka, Malut United berhasil menaklukkan Persiraja Banda Aceh dalam laga perebutan tempat ketiga Liga 2, yang mengantar klub ini promosi bersama PSBS Biak dan Semen Padang.

Namun, semua catatan manis itu kini tinggal sejarah.

Dirk Soplanit berharap dengan adanya penjelasan resmi ini, polemik yang menyertai pemecatan ini bisa segera usai dan klub bisa kembali fokus membangun tim menghadapi musim kompetisi mendatang.

Ia menyadari bahwa Liga 1 musim depan akan lebih kompetitif, dengan semua tim berambisi menjadi juara.

Maka stabilitas dan nilai dasar klub menjadi pegangan utama dalam menyongsong musim penuh tantangan itu. (ota)

Editor : Ockta Prana Lagawira
#bursa transfer #Bursa Transfer Liga 1 #imran nahumarury #yeyen tumena #persib #dirk soplanit #pecat pelatih #Malut United #pelatih liga 1 #Persib Bandung #Liga 1 2025