Jawa Pos Radar Madiun – Sebuah kejutan besar mewarnai Piala Dunia Antarklub 2025.
Di luar prediksi banyak pihak, Botafogo sukses menundukkan Paris Saint Germain (PSG) dengan skor tipis 1-0 dalam laga penyisihan Grup B yang digelar Kamis malam waktu setempat di Rose Bowl, California.
Kemenangan ini bukan hanya menjadi penanda perubahan dinamika turnamen, tetapi juga menjadi kekalahan perdana PSG—tim unggulan utama—di ajang bergengsi ini.
PSG datang dengan status sebagai juara bertahan Liga Champions UEFA dan modal kemenangan telak 4-0 atas Atletico Madrid di laga pertama.
Namun, dominasi di atas kertas itu tak berpengaruh di lapangan.
Botafogo, wakil Brasil, menunjukkan efisiensi luar biasa, bermain disiplin, dan memanfaatkan celah di lini pertahanan Les Parisiens.
Statistik memang tak berpihak pada tim asal Amerika Selatan itu.
PSG mencatatkan 75% penguasaan bola dan melancarkan 16 tembakan, tapi hanya dua yang mengarah ke gawang.
Sebaliknya, Botafogo hanya melepaskan empat tembakan, semuanya on target, dan satu di antaranya mengubah papan skor.
Adalah Igor Jesus, penyerang muda Brasil, yang menjadi aktor utama di laga ini.
Pada menit ke-36, ia menusuk dari sisi kanan, melewati dua bek PSG, lalu melepaskan sepakan terukur ke sudut bawah gawang yang tak mampu diantisipasi Donnarumma. Skor 1-0 membuat publik Brasil di Rose Bowl bergemuruh.
PSG mencoba segala cara untuk menyamakan kedudukan. Beberapa peluang bola mati di awal babak kedua gagal dieksekusi sempurna.
Pada menit ke-79, mereka sempat mencetak gol, namun dianulir karena offside.
Di menit akhir, Khvicha Kvaratskhelia mendapatkan peluang emas lewat tendangan bebas, tapi bola melambung tinggi di atas mistar.
Di sisi lain, pertahanan Botafogo tampil luar biasa disiplin. Kiper John beberapa kali menggagalkan peluang berbahaya dari Mbappe, Kvaratskhelia, hingga Hakimi.
Saat wasit meniup peluit panjang, kegembiraan pecah dari para pemain dan suporter Botafogo—bukan hanya karena kemenangan ini bersejarah, tetapi juga karena menundukkan raksasa Eropa di panggung dunia.
Kemenangan ini membuat Grup B Piala Dunia Antarklub 2025 semakin terbuka. Botafogo kini hanya butuh hasil imbang di laga terakhir untuk lolos ke babak sistem gugur.
Sementara PSG, dengan satu kemenangan dan satu kekalahan, wajib menang dan berharap hasil dari pertandingan lain berpihak pada mereka.
Turnamen yang sempat terasa berat sebelah kini berubah penuh ketegangan.
Hasil imbang Inter vs Monterrey dan Real Madrid vs Al Hilal memang mengejutkan, namun hasil ini adalah pukulan nyata: tim non-Eropa bisa bersuara keras di turnamen ini. Dan Botafogo telah membuktikannya. (ota)
Editor : Ockta Prana Lagawira