Target musim depan bukan main-main: menjuarai kompetisi domestik sekaligus tampil impresif di AFC Challenge League 2025/2026, ajang Asia perdana bagi klub berjuluk Banten Warrior ini.
Skuad asuhan Jan Olde Riekerink mulai dibentuk dengan mempertahankan tulang punggung utama.
Dari delapan pemain asing musim lalu, lima di antaranya hampir dipastikan bertahan: Alexis Messidoro, Taisei Marukawa, Alex Martins, Hugo Gomes, dan penjaga gawang Sonny Stevens.
Mereka dinilai tampil konsisten dan menjadi kunci permainan ofensif dan defensif Dewa musim lalu.
Namun, ada pula yang berpamitan. Dua bek asing, Angelo Meneses dan Risto Mitrevski, resmi hengkang.
Risto bahkan sudah diumumkan sebagai rekrutan anyar Persebaya Surabaya. Ini tentu menjadi celah yang harus segera ditambal jika Dewa ingin mempertahankan soliditas lini belakangnya.
Sebagai solusi, dua nama bek tangguh masuk dalam radar: Cassio Scheid, eks Malut United, dan Nick Kuipers, yang baru saja berpisah dengan Persib Bandung.
Keduanya dinilai punya pengalaman dan karakter yang cocok untuk memperkuat lini belakang Dewa United di dua kompetisi sekaligus.
Sementara itu, dari sektor lokal, gebrakan besar kembali dilakukan. Edo Febriansyah, bek kiri milik Persib Bandung yang turut mengangkat trofi Liga 1 musim lalu, dikabarkan siap berganti seragam.
Ia akan dipasangkan dengan Wahyu Prasetyo, palang pintu Malut United yang juga merupakan bagian dari skuad Timnas Indonesia.
Kedatangan duo Timnas ini semakin menegaskan niat besar Dewa United membentuk Los Galacticos versi Liga 1.
Terlebih lagi, dengan amunisi finansial yang sangat kuat, tim ini masih memiliki kapasitas untuk memboyong satu atau dua nama bintang tambahan.
Isu paling santer beredar adalah ketertarikan Dewa United terhadap Nathan Tjoe-A-On, pemain naturalisasi Timnas Indonesia yang baru saja berpisah dengan Swansea City.
Kemampuannya bermain di lini tengah menjadikannya kandidat ideal untuk berduet dengan Ricky Kambuaya dan disokong oleh sang arsitek permainan, Alexis Messidoro.
Jika transfer ini terealisasi, Dewa United bisa menjadi salah satu tim dengan lini tengah terkuat di Asia Tenggara.
Belum lagi kemungkinan datangnya nama-nama lain seperti Shayne Pattynama atau Justin Hubner yang juga berstatus tanpa klub, membuka pintu Dewa untuk menyempurnakan proyek besar musim 2025/2026.
Dari sisi permainan, Dewa sudah menampilkan progres signifikan musim lalu.
Dengan materi pemain bintang ala Los Galacticos Liga 1, kehadiran pelatih berpengalaman, dan dukungan infrastruktur mumpuni, tak berlebihan jika banyak yang mulai menyebut mereka sebagai kandidat juara musim depan. (ota)
Editor : Ockta Prana Lagawira