Jawa Pos Radar Madiun – Harapan publik sepak bola nasional untuk menyaksikan aksi Rafael Struick di Liga 1 musim 2025/2026 tampaknya harus tertunda.
Di tengah derasnya rumor yang menyebut Bali United hampir merampungkan transfer striker Timnas Indonesia itu, sebuah plot twist justru datang dari unggahan pribadi sang pemain.
Melalui Instagram, Struick membagikan foto dirinya sedang berada di sebuah lapangan di Den Haag, Belanda—tempat ADO Den Haag, klub lamanya, bermarkas.
Unggahan tersebut langsung memicu spekulasi besar bahwa sang penyerang akan kembali ke Keuken Kampioen Divisie, bukan merapat ke klub Liga 1 seperti yang sempat santer diberitakan.
Kiprah Singkat di Australia yang Kurang Memuaskan
Struick sebelumnya mencoba peruntungan bersama Brisbane Roar di A-League Australia. Namun, petualangannya di Negeri Kanguru jauh dari kata sukses.
Ia hanya bermain sebanyak 10 kali sepanjang musim 2024/2025, mencetak satu gol, dan mengumpulkan total menit bermain hanya 239. Sebagai penyerang utama Timnas Indonesia, torehan tersebut jelas tak ideal untuk kariernya.
Brisbane Roar pun secara resmi mengumumkan perpisahan dengan Struick setelah kontraknya berakhir.
Klub Australia itu mengucapkan terima kasih atas kontribusi sang pemain, namun tidak menutup kenyataan bahwa ia gagal menunjukkan performa maksimal.
Dilirik Klub-Klub Liga 1, Tapi Malah Pulang ke Belanda
Setelah resmi berstatus bebas transfer, beberapa klub Liga 1 seperti Bali United, Dewa United, hingga Persib Bandung dikaitkan dengan Struick.
Bahkan rumor menyebut Bali United berada di posisi terdepan, mengingat kebutuhan mereka akan striker tajam untuk menghadapi musim baru.
Namun unggahan Struick dari Den Haag justru menggiring arah narasi ke tempat lain. Kota tersebut merupakan markas ADO Den Haag, klub yang membesarkan dan memberi kontrak profesional pertamanya pada 2022.
Sangat mungkin Struick sedang dalam proses negosiasi untuk kembali ke klub lamanya, terutama setelah masa-masa sulit di Australia.
Bukan Mundur, Tapi Langkah Strategis?
Kembalinya Rafael Struick ke Belanda bukan berarti langkah mundur. ADO Den Haag memang masih berkompetisi di divisi dua, namun mereka adalah tim dengan sejarah kuat dan infrastruktur yang sudah dikenalnya.
Bermain reguler di liga Eropa, meski bukan level top, bisa jadi lebih menguntungkan daripada sekadar menumpuk ekspektasi tinggi di Liga 1.
Faktor kedekatan emosional, adaptasi cepat, dan sistem permainan yang telah dipahami menjadi nilai tambah jika Struick memutuskan untuk kembali.
Apalagi, pelatih Timnas Indonesia Patrick Kluivert diketahui lebih menyukai pemain dengan jam terbang reguler di kompetisi luar negeri.
Reaksi netizen pun beragam. Ada yang kecewa karena batal melihat Struick memperkuat klub lokal. Namun tak sedikit pula yang mendukungnya tetap berkarier di Eropa.
Pilihan Rafael Struick memang mengejutkan, tapi bisa jadi itu keputusan terbaik untuk melindungi dan mengembangkan kariernya sebagai pemain nasional. (ota)
Editor : Ockta Prana Lagawira