Jawa Pos Radar Madiun – Ambisi Johny Jansen untuk merevolusi skuad Bali United mulai nampak di bursa transfer.
Setelah resmi ditunjuk sebagai pelatih kepala menggantikan Stefano Cugurra, pelatih asal Belanda itu langsung dikaitkan dengan transfer mantan anak asuhnya, Mike Hauptmeijer, kiper PEC Zwolle.
Rumor transfer itu mencuat dari laporan situs Transfermarkt dan akun Instagram @bursatransfer_id.
Mike, yang kini berusia 28 tahun, disebut menjadi bidikan utama untuk mengisi sektor penjaga gawang Bali United.
Apalagi, slot pemain asing klub masih tersisa, sementara harga pasar Hauptmeijer berada di kisaran Rp 1,72 miliar, masih masuk dalam bujet klub.
Hauptmeijer sendiri merupakan kiper kedua PEC Zwolle di Eredivisie musim lalu.
Dalam empat penampilan bersama tim yang juga dibela Eliano Reijnders, ia mencatatkan 360 menit bermain dengan total enam kali kebobolan.
Hasilnya, dua kali menang (vs PSV dan Fortuna Sittard), sekali imbang (vs Utrecht), dan satu kekalahan (vs NEC Nijmegen).
Meski belum ada konfirmasi resmi, sumber @bursatransfer_id menyebut sudah terjadi kesepakatan awal antara pihak Bali United dan sang kiper.
Musim 2024/2025 menjadi penutup era lama bagi Bali United yang hanya mampu finis di peringkat ke-8 Liga 1.
Kepergian Cugurra membuka jalan bagi pembenahan total skuad.
Coach Johnny Jansen, pelatih berlisensi UEFA Pro dan mantan nahkoda PEC Zwolle, resmi ditunjuk dan langsung membawa dua asistennya dari Belanda, Ronnie Pander dan Jeffrey Talan.
“Saya datang ke Indonesia tentu ingin memberikan hasil terbaik untuk musim baru nanti. Target kami realistis, yakni finis di papan atas, posisi 4 atau 5,” kata Jansen.
Kehadiran Jansen menjadi simbol awal era baru. Beberapa nama asing seperti Adilson Maringa, Elias Dolah, dan Mitsuru Maruoka sudah dilepas.
Hal ini membuka peluang masuknya pemain asing baru, termasuk Hauptmeijer, untuk membentuk pondasi skuad yang lebih segar dan kompetitif musim depan. (tif)
Editor : Mizan Ahsani