Jawa Pos Radar Madiun – Musim Liga 1 2025/2026 belum resmi dimulai, namun bara semangat juara sudah membara dalam diri Mauricio Souza, pelatih anyar Persija Jakarta.
Dalam wawancaranya di laman resmi klub, pelatih asal Brasil itu dengan tegas menyebut Persija sebagai favorit juara musim ini.
Mauricio memahami betul tekanan dan ekspektasi yang menyertai status klub sebesar Macan Kemayoran.
“Tentu Persija harus konsisten dan bermain baik selama satu musim penuh. Apalagi kita tahu bersama bahwa Persija selalu jadi tim favorit juara,” ucapnya.
Ia menyadari, gelar bukanlah hasil dari satu atau dua kemenangan gemilang, melainkan buah dari konsistensi dan mental juara sepanjang musim.
Filosofi Persija Menurut Mauricio Souza
Tak hanya bicara strategi, Mauricio mengedepankan pemahaman akan identitas klub.
Ia ingin setiap pemain sadar bahwa mengenakan jersey Persija bukan sekadar menjalankan profesi, tetapi juga memikul harapan jutaan Jakmania.
“Yang pertama adalah meyakinkan para pemain bahwa Persija adalah tim besar. Mereka harus sadar bahwa mereka akan selalu ditargetkan juara,” tegasnya.
Dengan begitu, pemain seperti Rizky Ridho dan kolega diharapkan tidak sekadar berlaga di lapangan, tetapi juga menghidupkan semangat sejarah panjang Persija.
Sejarah yang ditulis dengan darah, peluh, dan cinta tak berkesudahan dari tribun utara ke selatan.
Menariknya, meski menyebut Persija sebagai favorit juara, Mauricio memilih merendah ketika bicara soal gelar.
Ia menilai kompetisi masih panjang, dan saat ini fokusnya adalah membangun kekuatan dari dalam.
“Kami akan menyusun strategi di setiap pertandingan dan mengidentifikasi setiap lawan kami. Saya akan fokus lebih dulu untuk internal tim,” tuturnya.
Pelatih yang dikenal analitis ini menambahkan bahwa perjalanan juara dibangun dari pondasi internal yang kuat, bukan dari deklarasi ambisi semata.
Ia pun menekankan pentingnya tanggung jawab moral setiap pemain yang mengenakan lambang Persija.
“Yang paling penting adalah pemain bertanggung jawab ketika sudah mengenakan seragam klub ini. Karena seragam tersebut mewakili semangat para pendukung yang selalu setia,” tutupnya.
Apakah pernyataan ini akan menjadi awal dari dominasi Persija musim ini, atau hanya bentuk psywar elegan dari Mauricio untuk membakar semangat?
Jawabannya ada di lapangan, tempat di mana ambisi diuji, dan gelar hanya dimenangkan oleh yang paling konsisten. (tif/naz)
Editor : Mizan Ahsani