Jawa Pos Radar Madiun – Harapan Juventus untuk melangkah lebih jauh di Piala Dunia Antarklub 2025 harus pupus di tangan Real Madrid.
Dalam laga 16 besar yang berlangsung di Hard Rock Stadium, Rabu dini hari WIB, Si Nyonya Tua dipaksa angkat koper setelah kalah tipis 0-1.
Namun di balik hasil itu, sorotan besar tertuju pada penampilan gemilang Michele Di Gregorio yang membuat lini serang Madrid frustrasi sepanjang pertandingan.
Pertandingan dimulai dengan dominasi penuh dari Real Madrid.
Mengandalkan kecepatan Vinícius Júnior, kreativitas Jude Bellingham, dan visi Trent Alexander-Arnold dari sisi sayap, Madrid nyaris membuka skor di menit-menit awal.
Sepakan Jude dari dalam kotak penalti sukses ditepis Di Gregorio dengan refleks luar biasa.
Tak lama berselang, giliran Valverde mencoba peruntungannya dengan tembakan jarak jauh, tetapi lagi-lagi Di Gregorio menjadi tembok kokoh di bawah mistar Juventus.
Meski ditekan, Juventus sesekali melancarkan serangan balik berbahaya melalui sayap cepat yang diisi oleh Francisco Conceicao dan Andrea Cambiaso.
Kenan Yıldız tampil dinamis dengan penetrasi dari sisi ke tengah, mencoba membuka celah di jantung pertahanan Madrid.
Peluang terbaik Juventus datang dari Randal Kolo Muani, namun penyelesaiannya belum menemui sasaran dan bola melambung di atas mistar gawang Thibaut Courtois.
Memasuki babak kedua, intensitas serangan Madrid meningkat tajam.
Di Gregorio dipaksa berjibaku dengan sederet penyelamatan penting, termasuk dari tembakan keras Tchouaméni, Jude, hingga upaya akrobatik Valverde.
Total, kiper berusia 27 tahun itu mencatat 10 penyelamatan sepanjang laga, menjadikannya salah satu pemain paling bersinar meski timnya kalah.
Kebuntuan akhirnya pecah di menit ke-53. Umpan silang presisi dari Trent Alexander-Arnold disambut sundulan tajam Gonzalo García.
Bola meluncur mulus ke sisi kiri bawah gawang dan tak mampu dijangkau Di Gregorio.
Gol tersebut menjadi satu-satunya pembeda di laga ini.
Juventus mencoba merespons cepat. Di menit ke-55, sepakan keras Francisco Conceicao nyaris menyamakan kedudukan, namun Courtois menunjukkan ketenangannya dengan penyelamatan satu tangan.
Minimnya kreativitas di lini tengah membuat Juventus kesulitan membongkar pertahanan Madrid yang dikawal ketat oleh Antonio Rüdiger dan Dean Huijsen.
Tekanan dari Nico González melalui tendangan jarak jauh di menit ke-70 juga belum mampu membuahkan hasil, bola hanya bersarang di sisi luar gawang.
Meski berusaha hingga menit akhir, Juventus tetap gagal mencetak gol balasan.
Skor 1-0 bertahan hingga peluit panjang berbunyi.
Real Madrid melaju ke perempat final, sementara Juventus harus puas mengakhiri perjalanan di babak 16 besar. (cor)
Editor : Andi Chorniawan