Jawa Pos Radar Madiun – Tim nasional wanita Spanyol membuka perjalanan di Euro 2025 dengan penampilan luar biasa.
Berstatus juara dunia, Spanyol mencatat kemenangan telak 5-0 atas Portugal pada laga pembuka yang digelar di Bern, Swiss, Kamis malam (3/7) waktu setempat.
Pertandingan berlangsung dalam suasana duka, hanya sehari setelah wafatnya pemain Portugal, Diogo Jota dan sang saudara Andre Silva, dalam kecelakaan tragis di Zamora, Spanyol.
Duka yang menyelimuti stadion tak menghalangi semangat juang kedua tim.
Spanyol langsung tancap gas sejak peluit awal.
Baru dua menit berjalan, Esther Gonzalez membuka keunggulan lewat penyelesaian spontan di depan gawang. Tim asuhan Jorge Vilda makin panas.
Vicky Lopez, remaja 18 tahun, mencetak gol kedua usai menerima umpan matang dari Mariona Caldentey, winger Arsenal yang tampil impresif sepanjang laga.
Portugal sulit keluar dari tekanan. Spanyol terus menggempur, namun butuh hingga menit ke-40 sebelum gol ketiga lahir.
Kali ini giliran Alexia Putellas yang unjuk kelas. Mendapat umpan dari Caldentey, Putellas mengontrol bola dengan apik dan melepas tembakan akurat yang memperlebar keunggulan Spanyol.
Jelang jeda, Esther Gonzalez kembali mencatatkan namanya di papan skor setelah memanfaatkan umpan silang Claudia Pina, mengubah skor menjadi 4-0 di babak pertama.
Babak kedua berjalan lebih seimbang. Portugal bermain disiplin, menutup ruang Spanyol dan sesekali berupaya menyerang.
Namun, sang juara dunia tetap terlalu tangguh. Kembalinya Aitana Bonmati—dua kali Ballon d’Or—yang baru sembuh dari meningitis virus, langsung mendapat sambutan meriah dari suporter.
Laga ditutup dengan gol kelima lewat sundulan keras Cristina Martin-Prieto memanfaatkan crossing sempurna Salma Paralluelo di menit ke-93.
Skor akhir 5-0 jadi rekor kemenangan terbesar Spanyol di Piala Eropa Wanita, melampaui catatan mereka atas Finlandia (4-1, Juli 2022).
Reaksi Pemain Kapten Spanyol Alexia Putellas menyampaikan, “Saya menyoroti pola pikir kami, bagaimana kami bermain. Kami benar-benar bersemangat untuk memulai, tetapi ini baru pertandingan pertama. Aitana (Bonmat) adalah pemain yang sangat penting bagi kami. Kami sangat senang dia kembali dan telah sembuh dari penyakitnya. Ini adalah suatu kegembiraan.”
Dari kubu Portugal, Diana Silva menilai timnya tampil lebih baik di babak kedua. “Kami kebobolan gol di awal pertandingan dan tim menjadi gelisah. Kami tidak bisa menguasai bola dan kemudian semakin sulit untuk mengejar hasil. Kami bermain jauh lebih baik di babak kedua, lebih bersatu. Kami percaya sampai akhir, tujuan kami adalah meraih poin sampai akhir dan semuanya masih bisa diraih.”
Kemenangan telak ini menegaskan status Spanyol sebagai favorit utama Euro Wanita 2025, sementara Portugal harus segera bangkit untuk tetap menjaga peluang di fase grup. (ota)
Editor : Ockta Prana Lagawira