Jawa Pos Radar Madiun — Pertandingan Liga 1 Indonesia musim 2025/dijadwalkan mulai digelar bulan Agustus 2025.
Tim peserta kompetisi sepak bila kasta tertinggi di tanah air sudah bersaing mempersiapkan skuad dengan berburu pemain di bursa transfer.
Mereka tak merekrut pemain asing untuk memperkuat line depan dan tengah. Namun juga untuk posisi penjaga gawang atau kiper.
Setidaknya sudah ada 9 kiper impor yang bakal berlaga di Liga 1 Indonesia musim depan.
Julah itu meningkat dibanding sebelumnya. Persib Bandung disebut-sebut memimpin parade kiper asing musim ini.
Dari sembilan nama tersebut, dua di antaranya merupakan wajah baru yang baru saja didatangkan Persib dan Bali United.
Sementara tujuh lainnya merupakan kiper asing yang dipertahankan klub masing-masing karena menunjukkan performa solid musim lalu.
Tim Maung Bandung yang paling disorot karena melakukan perubahan penting di sektor penjaga gawang.
Mereka melepas Kevin Ray Mendoza dan merekrut Adam Przybek sebagai pengganti.
Adam Przybek adalah kiper berkebangsaan Inggris-Polandia yang musim lalu bermain di klub divisi pertama Liga Wales, Penybont.
Bersama Penybont, Przybek tampil dalam 33 pertandingan dengan mencatatkan 14 clean sheet dan hanya kebobolan 28 gol.
Rekam jejak tersebut membuat Persib Bandung yakin Przybek adalah sosok yang tepat untuk memperkuat pertahanan mereka.
Ambisinya membawa Persib Bandung meraih gelar juara musim ini diiringi dengan lini pertahanan yang makin solid.
Sementara itu, Bali United juga melakukan manuver serupa dengan mendatangkan kiper baru untuk menggantikan Adilson Maringa.
Kiper asal Belanda Mike Hauptmeijer dipilih sebagai kiper utama tim berjuluk Serdadu Tridatu itu.
Diketahui, Mike direkrut dari klub Eredivisie Belanda PEC Zwolle yang merupakan rekan setim Eliano Reijnders.
Dengan dua kiper baru ini, total kiper asing di Liga 1 Indonesia 2025/2026 kini berjumlah sembilan.
Menariknya, lima di antaranya adalah penjaga gawang dari Brasil. Padahal, selama ini Negeri Samba itu dikenal kerap melahirkan pemain sepak bola handal di lini depan dan tengah.
Namun, rupanya kiper-kiper asal Brasil masih menjadi primadona di Liga 1 karena dikenal memiliki kualitas teknik dan pengalaman yang mumpuni.
Tak heran jika Semen Padang, Persija Jakarta, Madura United, Persik Kediri, dan Arema FC, tetap setia menggunakan jasa kiper asal Brasil.
Arthur Augusto tetap menjadi andalan Semen Padang setelah tampil konsisten musim lalu.
Persija Jakarta juga mempertahankan Carlos Eduardo yang tampil solid dalam menjaga gawang Macan Kemayoran.
Dida masih menjadi pilihan utama Madura United yang terus menunjukkan performa stabil dan mampu mengomandoi lini pertahanan.
Di Persik Kediri Léon Navacchio tetap dipercaya sebagai tembok terakhir pertahanan Macan Putih.
Sedangkan Arema FC kembali mengandalkan Lucas Frigeri meski musim lalu sempat terseok di papan bawah klasemen.
Di luar dominasi Brasil, kiper asal Portugal juga turut mengisi slot penjaga gawang asing di Liga 1.
Persita Tangerang adalah klub yang masih setiap dengan kemampuan Igor Rodrigues.
Kiper asal Portugaitu kembali dipercaya berdiri di bawah mistar gawang setelah mencatatkan performa impresif musim lalu.
Dewa United pun masih mempercayakan posisi penjaga gawang kepada kiper asal Belanda, Sonny Stevens.
Sebelumnya Sonny tampil solid dan menjadi salah satu pilar pertahanan Tangsel Warriors musim lalu.
Ia seolah membuktikan ketangguhan kiper Eropa layak diperhitungkan di Liga 1 Indonesia.
Berikut deretan 9 kiper asing musim depan :
Adam Przybek (Persib Bandung/Inggris-Polandia) Rp 1,74 miliar
Sonny Stevens (Dewa United/Belanda) Rp 6,08 miliar
Mike Hauptmeijer (Bali United/Belanda) Rp 1,74 miliar
Arthur Augusto (Semen Padang/Brasil) Rp 4,35 miliar
Carlos Eduardo (Persija Jakarta/Brasil) Rp 1,30 miliar
Dida (Madura United/Brasil) Rp 3,48 miliar
Léo Navacchio (Persik Kediri/Brasil) Rp 1,74 miliar
Lucas Frigeri (Arema FC/Brasil) Rp 869,08 juta
Igor Rodrigues (Persita Tangerang/Portugal) Rp 5,65 miliar
Editor : Budhi Prasetya