Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Semen Padang FC Tolak Regulasi 11 Pemain Asing di Super League Musim Depan, Ini Alasannya

Latiful Habibi • Kamis, 10 Juli 2025 | 21:47 WIB
Semen Padang ditahan Persik 1-1 di match 33.
Semen Padang ditahan Persik 1-1 di match 33.

Jawa Pos Radar Madiun - Kontroversi soal regulasi pemain asing kembali mencuat jelang kick-off Liga 1 musim 2025/2026 yang kini berlabel Super League.

Salah satu suara kritis datang dari Semen Padang FC.

Klub kebanggaan Urang Awak itu secara terbuka menyatakan penolakan terhadap kebijakan baru PT Liga Indonesia Baru (LIB).

Kebijakan yang dimaksud yakni aturan klub boleh mendaftarkan 11 pemain asing dengan delapan di antaranya masuk starting list setiap laga.

Menurut Asisten Manajer Semen Padang Maskur Rauf, penolakan ini bukan tanpa alasan. Ia menjelaskan, skema tersebut dianggap tidak efisien dari segi pengelolaan tim dan anggaran.

"Ngapain kita bayar pemain asing mahal-mahal kalau akhirnya cuma duduk di tribun?" sindir Maskur dalam keterangannya di Padang, Kamis (10/7).

Ia menyebut bahwa Semen Padang termasuk satu dari sembilan klub yang tidak setuju dengan regulasi tersebut.

Mereka menilai, akan lebih ideal bila klub cukup mendaftarkan delapan pemain asing dan seluruhnya bisa masuk matchday squad.

Dengan demikian, tidak ada slot asing yang terbuang percuma.

Namun begitu, manajemen Kabau Sirah tetap menghormati klub-klub yang mendukung aturan tersebut, termasuk Persib Bandung yang akan tampil di level Asia.

Maskur menyadari bahwa Persib punya kebutuhan rotasi yang lebih berat karena harus bersaing di beberapa kompetisi sekaligus.

Pelatih Semen Padang, Eduardo Almeida, juga angkat bicara soal polemik ini.

Menurutnya, delapan pemain asing yang dapat dimainkan di setiap pertandingan sudah lebih dari cukup untuk memberikan warna kompetitif di lapangan.

"Delapan pemain asing bermain per laga itu sudah cukup," ujar pelatih asal Portugal itu singkat namun tegas.

Di sisi lain, Direktur Utama PT LIB Ferry Paulus menegaskan bahwa kebijakan ini dibuat dengan semangat untuk meningkatkan kualitas liga domestik.

Tidak ada lagi batasan kuota Asia maupun non-Asia, yang berarti klub bebas merekrut pemain asing dari negara mana pun.

“Musim depan klub bisa mendaftarkan hingga 11 pemain asing, tanpa lagi dibatasi oleh slot Asia seperti musim-musim sebelumnya,” ungkap Ferry.

Kebijakan ini memang sejalan dengan tren global yang mendorong kualitas kompetisi lewat peningkatan jumlah pemain asing.

Namun di Indonesia, perdebatan justru mengemuka karena faktor efisiensi, pemerataan talenta lokal, dan strategi klub yang sangat beragam. (tif/naz)

Editor : Mizan Ahsani
#pemain lokal #pemain asing #indonesia #liga 1 #kebijakan #Super League #PT LIB #semen padang