Jawa Pos Radar Madiun - Persebaya Surabaya resmi mendatangkan striker anyar asal Montenegro, Mihailo Perovic, untuk mengisi posisi yang ditinggalkan Flavio Silva.
Kepastian transfer ini mencuat setelah akun-akun pendukung seperti @liga1talk dan @supporter_persebaya1927 mengunggah kepindahan sang penyerang dari FK Jezero.
Dalam unggahan tersebut, @liga1talk menyebut bahwa Green Force telah merampungkan transfer Perovic dari klub asal Liga Utama Montenegro itu.
Bahkan, sang pemain juga diketahui telah berpamitan dengan klub lamanya melalui media sosial pribadinya.
Statistik Mihailo Perovic vs Flavio Silva
Musim lalu, Perovic tampil 32 kali di Liga Montenegro dan mencetak 15 gol. Jika digabungkan dengan semua ajang, ia tampil 35 kali dengan torehan 16 gol.
Angka tersebut mencerminkan rasio gol yang cukup stabil, meskipun belum mencapai 0,5 gol per laga.
Namun jika dibandingkan dengan Flavio Silva, rekrutan asal Portugal musim lalu, Perovic jelas terlihat lebih tajam.
Flavio mencatatkan 33 penampilan bersama Persebaya dan hanya menyumbang 9 gol dan 1 assist.
Artinya, dalam hal produktivitas, Perovic mencetak hampir dua kali lipat gol dari Flavio dengan jumlah laga yang setara.
Selain itu, usia Perovic juga lebih muda satu tahun, memberikan harapan masa depan yang lebih panjang untuk Green Force.
Meski statistik berpihak pada Perovic, adaptasi tetap menjadi faktor krusial.
Kompetisi Montenegro dan Liga 1 Indonesia jelas memiliki perbedaan dari segi intensitas, cuaca, dan gaya permainan.
Namun, dengan track record cukup baik dan usia yang masih prima, Perovic diharapkan dapat menjadi solusi tajam di lini depan yang sempat tumpul musim lalu.
Musim lalu, Persebaya finish di peringkat keempat klasemen akhir.
Di bawah Paul Munster, Bajol Ijo sempat memuncaki klasemen di paruh pertama musim. Namun performa yang inkonsisten membuat mereka tergelincir ke posisi empat.
Lini depan menjadi sorotan utama. Ketajaman yang kurang membuat peluang-peluang tak bisa dikonversi menjadi gol secara konsisten. Akhirnya, Persebaya pun berpisah dengan Paul Munster.
Untuk musim 2025/26, Persebaya menunjuk Eduardo Perez sebagai pelatih kepala. Ia bukan nama asing, karena pernah menjadi asisten Luis Milla di Timnas Indonesia.
Di laga pramusim, Persebaya di bawah asuhan Eduardo tampil cukup menjanjikan, menang 2-0 atas Western Australia All Star.
Meski begitu, sang pelatih masih membutuhkan sosok mesin gol yang bisa diandalkan. Kehadiran Perovic diharapkan menjadi jawaban. (tif/naz)
Editor : Mizan Ahsani