Jawa Pos Radar Madiun - Gelandang legendaris asal Kroasia, Luka Modric, akhirnya diperkenalkan sebagai pemain baru AC Milan usai hijrah dari Real Madrid.
Di usia yang nyaris menginjak 40 tahun, Modric tak datang dengan ambisi biasa.
Ia punya mimpi besar, yakni meraih Scudetto seperti yang dilakukan Zlatan Ibrahimovic. Sang penyerang legendaris itu meraih gelar juara Serie A di usia kepala empat.
“Saya berharap hal serupa bisa terjadi, saya akan sangat senang,” kata Modric, dikutip dari Football Italia, mengacu pencapaian Zlatan yang membawa Milan juara Serie A pada 2022 lalu.
Kendati realistis dengan kondisi usia dan tantangan kompetisi, Modric menyebut target minimal yang harus dicapai Milan musim ini adalah lolos ke Liga Champions.
Namun sebagai seorang juara sejati, ia tak berhenti di situ.
“Kita mengenang Milan sebagai salah satu tim terbaik di dunia. Kita tidak boleh puas hanya dengan musim yang biasa-biasa saja atau sekadar lolos ke Liga Champions,” tegasnya.
Menurut Modric, AC Milan harus kembali menjadi kekuatan utama di Eropa.
“Target minimumnya lolos Liga Champions, tetapi Milan juga harus berjuang memenangkan trofi. Itu target saya, dan harus menjadi target siapapun yang bekerja di Milan,” tambahnya.
Tak bisa dipungkiri, kehadiran Modric membawa ekspektasi besar dari fans Rossoneri. Namun mantan peraih Ballon d’Or itu siap menjawabnya dengan kerja keras dan pengalamannya.
“Saya bisa menyumbangkan pengalaman saya. Saya akan bekerja keras, memberikan segalanya, dan mencoba melakukan hal yang sama seperti yang saya lakukan di tempat lain,” ungkapnya.
“Saya tahu ada ekspektasi tinggi, tetapi saya siap untuk itu. Saya tidak sabar untuk memulai tantangan ini,” lanjut pemain yang telah membela Real Madrid selama lebih dari satu dekade itu.
Modric Ungkap Alasan Hijrah ke Serie A
Modric juga mengungkap bahwa dirinya sudah cukup lama mengamati Serie A, terlebih karena banyaknya pemain Kroasia yang tampil di Italia.
“Saya sering menonton Serie A, juga karena ada begitu banyak pemain Kroasia, dan saya selalu menikmati sepak bola Italia,” ucap Modric.
“Sepak bola Italia sangat kompetitif dan kembali ke era di mana itu adalah liga terbaik di dunia. Tim-timnya bermain baik dan ini membuatnya berbeda dengan Laliga,” pungkasnya.
Menariknya, di akhir konferensi, Modric sempat menyebut pelatih baru Milan, Massimiliano Allegri, sebagai salah satu daya tarik utama.
“Saya tidak sabar untuk bertemu Allegri, dia adalah salah satu pelatih terbaik di dunia, seorang pemenang.”
Dengan pengalaman segudang, mental juara, dan ambisi tinggi, kehadiran Luka Modric bisa menjadi bagian penting dari kebangkitan Milan musim ini.
Mampukah ia menulis babak baru seperti Zlatan? (naz)
Editor : Mizan Ahsani