Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Timothy Weah Disambut Ratusan Suporter di Marseille, Tinggalkan Juventus dengan Perpisahan Hangat

Andi Chorniawan • Rabu, 6 Agustus 2025 | 18:24 WIB

 

 

Timothy Weah gabung Marseille dengan status pinjaman dan opsi pembelian.
Timothy Weah gabung Marseille dengan status pinjaman dan opsi pembelian.

Jawa Pos Radar Madiun – Olympique Marseille resmi memperkenalkan Timothy Weah sebagai pemain baru mereka.

Winger asal Amerika Serikat itu meninggalkan Juventus dan akan menjalani musim 2025/2026 di Ligue 1 dengan status pinjaman selama satu tahun.

Kepindahan Weah langsung disambut meriah oleh lebih dari 300 suporter Marseille yang memadati area bandara setibanya ia di Prancis, Selasa (5/8) malam waktu setempat.

Pemain berusia 24 tahun itu tiba bersama kedua orang tuanya dan tampak antusias menyapa para pendukung Les Olympiens.

Transfer Disertai Opsi Pembelian Permanen

Menurut laporan resmi klub, Weah dipinjamkan dari Juventus ke Marseille dengan biaya EUR 1 juta, disertai kewajiban pembelian permanen senilai EUR 14 juta di akhir musim.

Tak hanya itu, Juventus juga berpotensi mendapatkan bonus performa senilai EUR 4 juta, serta klausul pembagian keuntungan dari penjualan kembali Weah di masa depan.

Ingin Lebih Banyak Menit Bermain

Kepindahan ini bukan sekadar transaksi finansial. Weah memang sudah lama dikabarkan ingin hengkang demi mendapatkan waktu bermain yang lebih konsisten.

Bersama Juventus, Weah kesulitan menembus tim utama dan lebih sering dimainkan sebagai wing-back kanan, posisi yang tidak ideal untuk gaya bermainnya.

Selama dua musim membela Juventus, dia hanya mencatatkan satu gol dari lebih dari 40 penampilan, sebagian besar sebagai pemain cadangan.

Proyek De Zerbi Jadi Daya Tarik

Dilansir CBS Sports dan AS Spanyol, keputusan Weah bergabung dengan Marseille dipengaruhi oleh proyek sepak bola yang ditawarkan pelatih baru, Roberto De Zerbi.

Eks pelatih Brighton itu dikenal dengan filosofi progresif dan keberanian memberi kepercayaan kepada pemain muda.

Gaya De Zerbi yang mengandalkan permainan menyerang dan transisi cepat dinilai cocok dengan karakter Weah yang eksplosif di sisi sayap.

Lanjutkan Jejak Sang Ayah

Transfer ini juga sarat makna emosional. Ayah Timothy, George Weah, adalah legenda sepak bola Afrika yang meraih Ballon d'Or 1995 saat membela AC Milan.

Menariknya, George Weah juga sempat membela Marseille pada tahun 2001. Kini, dua dekade kemudian, putranya melanjutkan warisan itu di klub yang sama.

Perpisahan Hangat dari Juventus

Sebelum berangkat ke Prancis, Timothy Weah berpamitan dengan rekan-rekan dan staf Juventus di kamp latihan pramusim di Jerman. Dalam video yang beredar di media sosial, ia terlihat memeluk staf pelatih dan pemain, menandai akhir perjalanannya di Turin.

Juventus sendiri merilis pernyataan resmi yang berisi ucapan terima kasih atas dedikasi Weah dan mendoakan kesuksesannya di klub baru.

Siap Bersaing di Marseille

Di bawah asuhan De Zerbi, Weah diproyeksikan tampil sebagai winger murni dalam formasi 4-3-3, posisi ideal yang memaksimalkan kecepatannya. Ia akan bersaing dengan beberapa nama senior di sektor sayap, namun dipercaya bisa menjadi opsi utama dalam skema permainan agresif Marseille.

Dengan kontrak jangka panjang yang menanti pasca-masa pinjaman, masa depan Timothy Weah di Marseille kini ada di tangannya sendiri. Bagi klub, ini adalah investasi strategis. Bagi sang pemain, ini adalah kesempatan untuk menghidupkan kembali kariernya di level tertinggi sepak bola Eropa. (cor)

Penulis

Rizhal Putra Pratama, mahasiswa Universitas Merdeka Madiun

Editor : Andi Chorniawan
#pembelian #marseille #Juventus #timothy weah #transfer